Breaking News:

Sosok Pria Tuban yang Nekat Menikah di Jogja Saat Positif Covid-19, Penghulu Buat Skenario Dadakan

Inilah sosok Sugiyanto, pria asal Tuban, Jawa Timur yang nekat melangsungkan akad nikah dalam komdisi positif Covid-19. 

Editor: Musahadah
ilustrasi kompas.com
ilustrasi akad nikah. Terbaru, ada Pria Tuban nekat menikah di Jogjakarta saat positif Covid-19. 

Syarat tambahan PPKM Darurat mengharuskan calon pengantin menjalani tes swab antigen agar bisa menggelar akad nikah sepanjang 3-21 Juli 2021. 

Ternyata, 46 dari 519 calon pengantin di Lamongan tak bisa memenuhi syarat itu dan terpaksa menunda pernikahan. 

Satu diantaranya dialami calon pengantin asal Desa Waruk, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan. 

Askan (50), salah satu keluarga calon pengantin mengakui keponakannya seharusnya menikah pada 11 Juli, namun terpaksa harus ditunda akad nikahnya.

Menurutnya, alasan penundaan itu lantaran  tidak punya biaya untuk melakukan tes swab antigen, karena  yang diswab tidak hanya 1 tapi harus 5 orang. 

"Selain tidak punya biaya swab, juga takut, " katanya.

Di bagian lain, calon pengantin Mohammad Edy Cahyono (26) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dukun, Gresik akhirnya bisa menikahi gadis pilihannya asal Desa Pendowolimo, Kecamatan Karangbinangun Wahyuni Ningsih (25). 

"Sebenarnya keberatan, tapi apa boleh buat, itu sudah menjadi syarat dan harus jalani patuhi,," aku Edy.

Jika sampai menunda pernikahan, ia khawatir  pasangannya  merasa malu pada tetangga.

Edy menjalani prosesi akad nikahnya di belakang kantor KUA Karangbinangun yang disulap sedemikian rupa menjadi tempat ijab kabul.

Terpisah, Kasi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kemenag Lamongan,  Khoirul Anam, menegaskan aturan swab itu harus dipenuhi dulu jika mau menikah. 

Syarat menyertakan hasil tes swab itu sesuai dengan SE Dirjen Bimas Islam Kemenag. 

Syarat ini, menurutnya, dilakukan sebagai ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Intinya Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Kemenag RI yang mensyaratkan seperti itu, (tujuan) adalah untuk ikhtiar bersama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19," kata Anam.

"Swab antigen untuk calon pengantin putra putri, wali nikah dan saksi. Totalnya ada 5 yaitu pasangan pengantin 2, wali nikah 1 dan saksi nikah 2," tambahnya 

Sesuai SE tersebut, terang Anam, selama PPKM Darurat berlangsung, seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) tidak melayani pendaftaran nikah. 

Masa peniadaan layanan pendaftaran nikah tersebut masih bisa kembali berubah, jika pemerintah memutuskan untuk memperpanjang PPKM darurat.

"Sementara tidak dilayani adalah pendaftaran nikah di masa PPKM, yaitu 3 sampai akhir Juli 2021 sekaligus nikahnya juga di masa PPKM tersebut. 

Anam menjelaskan, selama PPKM darurat ini KUA hanya melayani pelaksanaan akad nikah bagi calon pengantin yang sudah mendaftar sebelum 3 Juli 2021. 

Anam juga menambahkan, aturan terkait pendaftaran dan pelaksanaan nikah tersebut bukan dimaksudkan untuk mempersulit, melainkan sebagai ikhtiar bersama agar angka kasus Covid -19 bisa ditekan.

Ia berharap, dengan diberlakukannya masa PPKM darurat ini, penyebaran Covid-19 segera  melandai.

Ini semua untuk kebaikan bersama. Insya Allah setelah landai akan dilayani seperti sebelumnya. " Normalah, " katanya. 

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Sugiyono Ucapkan Ijab Kabul Dalam Jarak 4 Meter, Karena Tengah Jalani Isoman

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved