Breaking News:

Berita Bangkalan

Ratusan Orang Tertular Covid-19 dalam 3 Hari, Pemkab Bangkalan Gerojok 100 Ribu Paket Beras

sasaran tembak Pemkab Bangkalan adalah pada penyediaan kebutuhan hidup warga terdampak atau kehilangan penghasilan

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Rakor Penanganan Covid-19 secara virtual dipimpin langsung Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin bersama sejumlah menteri dan OPD dari Pendapa Agung Bangkalan dipimpin Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron, Rabu (21/7/2021). 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Kalau sedang menghadapi perang, kondisi Bangkalan sudah bak 'berdarah-darah' karena korban terus muncul dalam hitungan hari akibat paparan Covid-19.

Setelah pemerintah memperpanjang PPKM darurat sampai 25 Juli, Selasa (20/7/2021) lalu, angka penularan baru Covid-19 di Bangkalan malah makin sulit dinalar.

Dalam tiga hari terakhir, 19-21 Juli 2021, kasus baru terus bertambah hingga menyentuh angka 456 orang dengan kasus kematian 32 orang. Penambahan kasus positif yang mencapai ratusan manusia itu, menurut respons dengan cara ekstrem pula.

Tetapi sejauh ini sasaran tembak Pemkab Bangkalan adalah pada penyediaan kebutuhan hidup warga terdampak atau kehilangan penghasilan.

Ketika penanganan pasien Covid-19 terus berjalan meski jumlah tertular masih lebih cepat, pemkab menyiapkan sedikitnya 100.000 paket bantuan sosial (bansos) berupa beras kepada Keluarga Penerima Manfaat (PKM) terdampak Covid-19.

Bahkan paket bansos beras sudah disiapkan di koramil-koramil yang ada di Kabupaten Bangkalan.

“Kalau bansos yang melalui Kodim, sudah ada di masing-masing koramil, tinggal datanya,” ungkap Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bangkalan, Wibagio Suharta kepada SURYA, Rabu (21/7/2021).

Karena itu, dari dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 secara virtual di Pendopo Agung yang dipimpin langsung Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin bersama sejumlah menteri dan OPD terkait yang dipimpin Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron, Wibagio mendesak kepada para pendamping agar persoalan data PKM beres dalam 1-2 hari ke depan.

“Karena memang berasnya sudah ada. Teknis pendistribusiannya, kalau dari kodim melalui koramil, polres melalui polsek, dan kalau kami melalui kecamatan. Khusus bansos yang PKH dan BST yang berasnya melalui bulog akan melalui perantara atau transporter,” jelas Wibagio.

Sejumlah 100 lebih paket bansos beras itu berasal dari 20 ton beras kemasan 5 Kg dari Corporate Social Responsibility (CSR) PT Maspion melalui BPBD Provinsi Jawa Timur untuk 4.000 PKM, Kementerian Sosial menggelontorkan beras kemasan 10 Kg untuk 74.837 PKM di luar PKH, BPNT, BST, dan BLT DD.

“Dari kodim melalui koramil-koramil sejumlah 20.000 PKM dan polres melalui polsek sejumlah 11.400 PKM. Tinggal data penerimanya saja. Termasuk bantuan ke Pemda Bangkalan, ada 3.000 PKM beras kemasan 5 Kg,” pungkasnya.

Terus bertambahnya kasus baru atau penularan Covid-19 di Bangkalan dalam tiga hari terakhir juga diikuti semakin bertambahnya angka kasus aktif atau belum sembuh. Pada 19 Juli 2021, kasus aktif sejulah 718 orang dengan jumlah kasus kematian baru 12 orang.

Sehari berikutnya, kasus aktif meningkat di angka 818 orang dengan kasus kematian baru sejumlah 15 orang. Sedangkan 21 Juli 2021, kasus aktif terus bertambah hingga di angka 834 orang dengan kasus kematian baru sejumlah 15 orang.

Sejumlah 549 orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, dirawat di RSUD Syamrabu Bangkalan sebanyak 211 orang, dan sisanya 74 orang dirawat di Surabaya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved