Breaking News:

Berita Madiun

Racik Obat Herbal, Warga Madiun Bergotong-Royong 'Menjamu' Pelaku Isoman

Selain jamu, warga secara swadaya juga memberikan bantuan logistik kepada keluarga yang sedang menjalani isolasi.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Deddy Humana
surya/rahardian bagus p
Perempuan di Madiun gotong-royong bikin jamu untuk warga yang sedang isoman. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Perang melawan Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama dengan kemampuan masing-masing. Seperti yang dilakukan sejumlah perempuan di RT 017/RW 007, Dukuh Perkul, Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun.

Mereka membantu warga dukuh setempat yang sedang isolasi mandiri (isolasi mandiri) karena terpapar Covid-19. Tetapi tidak hanya membantu dalam bentuk makanan, mereka juga secara rutin meramu jamu tradisional dan membagikannya gratis kepada warga yang sedang isolasi.

Rabu (21/7/2021) pagi, tampak Ninit (49), Suryani (49), dan (51) Sri Utami sedang memetik daun yang menjadi bahan jamu. Di antaranya daun andong, serai, sambiloto, jahe, dan daun pepaya, di pekarangan rumah warga.

Setelah semua bahan terkumpul, daun-daunan itu dicuci hingga bersih kemudian direbus di tungku tanah liat hingga mendidih. Selanjutnya, rebusan dedaunan itu disaring dan dimasukkan ke dalam botol.

Seduhan jamu herbal itu pun diantar ke rumah warga yang sedang isolasi mandiri Covid-19. Agar tidak tertular, jamu itu diletakkan di teras rumah tempat warga isolasi mandiri.

“Di Dukuh Perkul ada dua keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri. Satu rumah berisi enam orang dan satu rumah lagi berisi lima orang,” kata Sri Utami yang menggagas gerakan berbagi tersebut.

Setiap hari, ia dibantu teman-temannya meracik dedaunan tersebut menjadi jamu. Bahan-bahan yang dibutuhkan banyak tersedia di pekarangan rumah, sehingga tidak membutuhkan banyak biaya.

Ia mengatakan gerakan berbagi itu merupakan upaya untuk membantu tetangga yang terpapar Covid-19. Ramuan jamu Demang Perkul itu tak hanya dibagikan kepada warga yang isolasi mandiri, tetapi juga kepada warga yang sedang tidak enak badan.

“Warga yang sakit biasa juga boleh ambil jamu ini. Biasanya kalau pagi banyak warga yang datang meminta jamu. Ini memang memperkuat imun tubuh,” ujarnya.

Ia menuturkan, gerakan berbagi jamu tradisional diharapkan mampu meningkatkan imun tubuh warga, khususnya bagi warga yang terpapar Covid-19.

Selain jamu, warga secara swadaya juga memberikan bantuan logistik kepada keluarga yang sedang menjalani isolasi. Paket sembako tersebut berisi beras, gula, telur, mie instan, dan lainnya.

“Kalau bahan pangannya habis bisa minta lagi. Nanti dikirimi. Ada satu rumah itu yang punya bayi, kami juga siapkan popok dan susu bayi,” tambahnya.

Sementara warga lain, Ninit mengatakan, warga yang sedang menjalani isolasi juga membutuhkan dukungan. Karena itu setiap kali mengantar bantuan, mereka juga selalu memotivasi warga yang isolasi mandiri agar tetap semangat untuk sembuh.

“Setiap hari kami juga menanyakan kabar dan memberikan dukungan kepada mereka. Ini supaya mereka merasa tidak sendirian,” katanya.

Ia menambahkan, di tengah pandemi Covid-19 dan kondisi ekonomi yang sulit, bergotong royong dapat menjadi solusi untuk meringankan beban. Harapannya, warga terpapar mendapat dukungan agar segera pulih kembali. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved