Breaking News:

Berita Nganjuk

Produk Unggulan IKM-UKM Nganjuk Terus Didorong; Juga Berkolaborasi dengan Daerah Lain

Eny Maslamah mengatakan, Kabupaten Nganjuk memiliki banyak produk unggulan yang sudah banyak dikenal dan tidak asing.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Bebagai produk IKM dan UKM Kabupaten Nganjuk yang sempat gencar dipromosikan sebelum terjadinya pandemi Covid-19. -- 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Badai pandemi Covid-19 tidak berarti harus menghentikan sama sekali kreativitas dalam kegiatan ekonomi. Sebaliknya, penguatan dan promosi produk-produk unggulan terus dilakukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dilakukan dengan melakukan pembinaan dan pelatihan kepada para pelaku industri kecil menengah (IKM) maupun usaha kecil menengah (UKM).

Kasi Promosi Dagang Disperindag Kabupaten Nganjuk, Eny Maslamah mengatakan, Kabupaten Nganjuk memiliki banyak produk unggulan yang sudah banyak dikenal dan tidak asing.

Di antaranya olahan bawang merah dan industri shuttlecock di Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro. Selanjutnya produk yang tengah naik daun yakni porang yang setiap musimnya dapat menghasilkan sekitar 250 ton.

"Produk porang itu saat ini sedang hits dan digemari masyarakat sehingga berupaya kita dorong terus usaha tersebut," kata Eny Maslamah saat talkshow di Radio Anjuk Ladang Pemkab Nganjuk, Rabu (21/7/2021).

Dijelaskan Eny Maslamah, di masa pandemi COVID-19 sekarang ini pihaknya terus berupaya menggenjot promosi produk IKM dan UKM Nganjuk. Dan salah satu promosi yang dilakukan secara daring. Baik melalui media sosial maupun menggunakan aplikasi belanja daring seperti Bukalapak.

Di samping itu, menurut Eny, Disperindag juga turut membuka gerai Pusat Oleh-Oleh yang berada di berbagai toko di Kabupaten Nganjuk. "Hal itu dilakukan agar produk IKM dan UKM tetap hidup meskipun di tengah pandemi Covid-19," ujar Eny.

Dan agar produk unggulan Nganjuk semakin berkembang, Disperindag juga membuka peluang kerjasama atau kolaborasi dengan daerah lain. Seperti Balikpapan dan Lombok. Kerjasama tersebut dilakukan untuk penjualan bawang merah, baik produk mentah maupun olahan.

"Kami juga membuka fasilitas bagi para pelaku usaha yang belum memiliki izin usaha maupun izin edar," tutur Eny. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved