Breaking News:

Berita Kediri

Jaksa Yakini Kasus Dugaan Korupsi di Diskominfo Libatkan Pihak Lain di Lingkungan Pemkab Kediri

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Sri Kuncoro meyakini adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri.

Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Farid Mukarrom
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Sri Kuncoro (tengah) saat melakukan jumpa pers bersama awak media, Rabu (21/7/2021). 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Sri Kuncoro meyakini adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus korupsi di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri.

Saat menyampaikan pers rilis kepada awak media, Sri Kuncoro mengatakan, bahwa pihaknya menemukan kerugian negara yang mencapai Rp 853 juta.

Hingga akhirnya pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Kediri menetapkan satu orang tersangka di Dinas Kominfo Kabupaten Kediri.

"Kami tetapkan satu tersangka bidang PIP (Pengelolaan Informasi Publik) dengan inisial S," ungkapnya Rabu (21/7/2021)

Sementara itu, Sri Kuncoro juga meyakini bahwa adanya keterlibatan pihak lain atau pejabat besar di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri.

"Saya yakin tindakan korupsi ini tidak akan berjalan sendiri tetapi dilakukan secara korporasi (bersama)," tuturnya.

Sri Kuncoro juga memastikan, bahwa pihaknya sudah mempunyai bukti yang kuat dan memeriksa sejumlah saksi.

"Semuanya sudah kami periksa mulai saksi dan Kabid, untuk jumlah riilnya kami lupa, berkasnya sudah ada," imbuh Sri Kuncoro.

Sementara itu terhadap tersangka, selama proses penyelidikan diwajibkan untuk melakukan wajib lapor selama 2 kali dalam satu Minggu.

"Tersangka akan kami lakukan pencekalan kepada imigrasi," jelasnya.

Kemudian kepada pihak yang bersangkutan inisial S, Kajari Kabupaten Kediri menyampaikan bahwa saat ini tersangka sudah menjalani masa pensiun.

Baca juga: Pejabat Diskominfo Kabupaten Kediri Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Kerugian Negara Rp 853 Juta

"Jadi beliau S ini aktif di Bidang PIP pada tahun 2019," jelasnya.

Selanjutnya, Sri Kuncoro juga sedikit menjelaskan, dalam kasus ini yang menjadi masalah adalah pihak bidang Pengelolaan Informasi Publik Kominfo Kabupaten Kediri, diduga melakukan kegiatan fiktif yang berpotensi menimbulkan kerugian negara.

"Jadi uang yang dikeluarkan dalam kegiatan itu ada, tetapi di lapangan kegiatan itu tak ada," terangnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved