Breaking News:

Berita Malang Raya

Hore, Warga Malang Bisa Makan di Resto; Aturan PPKM Level 3 Beri Sedikit Kelonggaran

kebijakan-kebijakan seperti penerapan jam malam masih tetap diberlakukan. Pada pukul 20:00 WIB lampu jalanan masih tetap dimatikan

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Deddy Humana

SURYA.CO.ID, MALANG - Kabupaten Malang masuk dalam PPKM level 3 dalam penanganan Covid-19 yang sebelumnya memiliki istilah PPKM Darurat. Dan ada sedikit perbedaan dalam aturan penegakkan PPKM yang diperpanjang sampai 25 Juli itu.

Salah satunya adalah kelonggaran untuk warga yang memesan makanan di restoran atau warung. Sekarang masyarakat diizinkan makan di tempat namun dengan waktu terbatas.

"Kabupaten Malang masuk level 3. Penanganannya hampir sama dengan level 4. Level ini yang menentukan pemerintah pusat," ujar Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat ketika dikonfirmasi, Rabu (21/7/2021).

Wahyu menjelaskan terdapat keringanan aturan dalam pencegahan Covid-19 kali ini. Warga sudah diperbolehkan makan di tempat alias makan di restoran dan sejenisnya.

"Sesuai regulasi kami, ada beberapa peringanan dibandingkan regulasi sebelumnya. Contohnya sekarang masyarakat makan boleh di tempat tetapi dibatasi waktu 30 menit. Kalau lain-lainnya hampir sama," ucap mantan Kepala DPKPCK Kabupaten Malang ini.

Dikatakan Wahyu, kebijakan-kebijakan seperti penerapan jam malam masih tetap diberlakukan. Pada pukul 20:00 WIB lampu jalanan masih tetap dimatikan. "Penyekatan tetap berlaku. Ada jalan yang tetap ditutup. Operasi yustisi juga tetap dilakukan," beber mantan Camat Tajinan itu.

Wahyu akan menanti efektifitas penerapan aturan dengan istilah baru ini selama sepekan mendatang. "Seminggu ke depan akan kami lihat apakah (kasus Covid-19) naik atau turun. Kalau tetap naik berarti harus ada penanganan lebih ketat lagi," tuturnya.

Berkaca penerapan PPKM darurat sebelumnya, Wahyu menilai hasil PPKM darurat menunjukkan ritme kasus Covid-19 masih fluktuatif. "Kondisi Covid-19 saat ini masih fluktuatif. Testing kami perbanyak, tentu ada dampak dari banyaknya tes tersbut. Tetapi lebih cepat ditangani," paparnya.

Seperti halnya imbauan sebelumnya, Wahyu mengajak masyarakat tidak bosan menerapkan protokol kesehatan ketika beraktivitas. "Arahan-arahan protokol kesehatan tetap dilakukan secara ketat," tutup Wahyu. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved