Berita Surabaya

Tips Cara Mengolah Daging Kurban yang Baik dan Sehat Ala Pakar Gizi Unusa

Dosen Unusa Rizki Nurmalya Kardina memiliki tips cara mengolah daging kurban Idul Adha 2021

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: irwan sy
sulvi sofiana/suryamalang.com
Dosen S1 Gizi Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rizki Nurmalya Kardina SGz MKes. 

Berita Surabaya
Reporter: Sulvi Sofiana
Editor: Irwan Sy

SURYA.co.id | SURABAYA - Idul Adha identik dengan banyaknya daging sapi, kambing dan domba untuk diolah menjadi masakan.

Untuk bisa mengolah daging secara baik dan tetap sehat, Dosen S1 Gizi Fakultas Kesehatan (FKes) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Rizki Nurmalya Kardina SGz MKes memiliki sejumlah tips .

Rizki menjelaskan, daging sapi, domba, maupun daging kambing, merupakan salah satu protein hewani.

Ketiga daging tersebut memiliki kandungan energi masing-masing sebesar sapi 250 Kilokalori (kkal) (sapi), 143 kkal (kambing), serta 292 kkal (domba) dalam setiap 100 gram daging. 

"Ketiga daging itu termasuk protein hewani yang memang dibutuhkan tubuh," ungkap Rizki, Rabu (21/7/2021).

Ketiga daging tersebut mengandung protein juga cukup tinggi untuk per 100 gramnya yaitu 26 gram untuk daging sapi, 27 (kambing), dan 24 gram (domba).

"Dengan kata lain daging itu sendiri cukup baik untuk dikonsumsi," terangnya.

Rizki memiliki tips cara mengolah daging kurban, pertama membuang lemak pada daging sapi, kambing dan domba. 

"Ini dilakukan untuk mengurangi lemak yang nantinya akan diolah dengan berbagai cara entah dibakar, dibuat sup atau lainnya," bebernya.

Wanita yang menjabat sebagai Kaprodi S1 Gizi Unusa ini menjelaskan, jika dimasak harus diimbangi dengan sayur.

Karena lebih baik pengolahan daging ini diimbangi vitamin lainnya yang ada pada sayuran.

Masakan yang paling sering dimasak saat Idul Kurban adalah rawon, sate, rendang, tongseng dan lainnya.

Memakan masakan tersebut menyumbang kalori dan lemak yang lebih besar. 

"Sehingga bisa berdampak pada penyakit hipertensi, kolesterol, maupun kelebihan berat badan," ungkap Rizki.

Namun jika terpaksa harus masak menggunakan santan maka kurangi porsinya. 

"Tapi jangan lupa tambahkan juga sayuran yang memenuhi gizi seimbang. Caranya, isi piring makan dengan 1/3 makanan pokok, 1/6 untuk lauk hewani (daging), 1/6 utk buah buahan, 1/3 untuk sayuran," terangnya.

Mengkonsumsi daging, katanya menambahkan, sebaiknya tetap dengan mengkombinasi sayuran dan buah buahan, sehingga vitamin dan mineral yang dibutuhkan dalam tubuh. 

"Untuk karbohidrat bisa berasal dari nasi, kentang, dan ubi," ungkap Rizki.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved