Breaking News:

Berita Surabaya

Surabaya Kekurangan Rp 246 Miliar untuk Tangani Covid-19, Warga Surabaya Mulai Diajak Berdonasi

Terkait penanganan Covid-19 di Surabaya, Pemkot menyebut bahwa kebutuhan belanja pada periode Juli-Desember 2021 mencapai Rp 446 miliar

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Deddy Humana
surya/bobby koloway
Petugas sedang menyiapkan bed di RS Darurat Lapangan Tembak, Surabaya. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Penanganan Covid-19 di Kota Surabaya terancam terganggu. Itu setelah Pemkot Surabaya berpotensi kekurangan anggaran untuk penanganan Covid-19.

Terkait penanganan Covid-19 di Surabaya, Pemkot menyebut bahwa kebutuhan belanja pada periode Juli-Desember 2021 mencapai Rp 446 miliar. Dari kebutuhan ini, kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) hanya mampu menopang sebesar Rp 200 miliar.

Padahal berbagai upaya dilakukan Pemkot Surabaya untuk menambah pos penanganan Covid-19. Termasuk melakukan refocusing anggaran untuk menangani wabah global ini.

"Semua jajaran dinas telah di-refocusing. Tetapi ternyata (anggaran) belum juga mencukupi," kata Sekretaris Daerah (Pemkot) Surabaya Hendro Gunawan, Selasa (20/7/2021).

Perangkat Daerah (PD) sudah melakukan berbagai upaya untuk merasionalisasi anggaran belanja di masing-masing dinas. Bahkan dengan keterbatasan anggaran di setiap PD, tetap wajib melakukan output kinerja tanpa budget.

Namun hal tersebut tak berpengaruh banyak. Hal ini diperparah turunnya pendapatan daerah. "Apalagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diproyeksi mengalami penurunan 1,5 triliun,” kata Hendro.

Untuk menambal kebutuhan tersebut, pemkot mengajak masyarakat berkolaborasi. Kebersamaan seluruh stakeholder diharapkan meningkat. Terutama untuk terlibat dan berperan dalam penanganan Covid-19.

Keikutsertaan seluruh lapisan masyarakat akan efektif menghentikan laju penyebaran wabah dunia ini. Misalnya dengan memberikan sumbangan tenaga dan pikiran.

"Kami lakukan penjagaan ketat yang disupport oleh RT/RW setempat. Mereka juga kita bekali alat penyemprotan disinfektan agar dapat mensterilkan wilayahnya,” paparnya.

Tidak hanya itu, Hendro mengajak seluruh lapisan masyarakat mendonasikan sebagian rezekinya di Posko Surabaya Peduli Bencana. Di antaranya, melalui program ‘Surabaya Memanggil’.

Posko itu berada di Halaman Balai Kota Surabaya. Ini dibuka untuk menerima segala macam bentuk bantuan. Mulai dari dana hingga kebutuhan yang diperlukan dalam penanganan pandemi.

Di antaranya masker medis, baju hazmat, hand gloves, Alat Pelindung Diri (APD), test antigen maupun swab PCR.

“Jadi beberapa belanja yang belum bisa tercover APBD kita tandemkan dengan dana yang ada di Surabaya Peduli Bencana. Ini bentuk ikhtiar kami semua agar dapat menekan laju virus, sehingga keadaan ini cepat membaik,” urainya.

Selama ini jajaran dinas di lingkungan Pemkot Surabaya sudah mengumpulkan donasi untuk dana di Surabaya Peduli Bencana. Setiap bulannya, donasi yang terkumpul dari kalangan pejabat hingga staf di setiap PD itu diserahkan ke rekening Surabaya Peduli Bencana.

"Selain PD, Alhamdulillah banyak juga dukungan yang masuk dari masyarakat. Sekali lagi dengan kerendahan hati panjenengan, kota ini butuh dibantu panjenengan semuanya. Supaya lekas pulih dari pandemi dan ekonomi bergerak pulih seperti sedia kala,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved