Breaking News:

Berita Tulungagung

Digunakan Mengisolasi Pasien Covid-19, Rusunawa Jepun II Ditinggal Penghuninya; Target PAD Direvisi

Rusunawa Jepun II diresmikan pada Desember 2020 lalu dan diperuntukkan khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
surya/david yohanes
Rusunawa Jepun II yang dijadikan tempat isolasi pasien Covid-1 di Tulungagung. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Rusunawa Jepun II yang seharusnya untuk hunian warga, kini dialihfungsikan untuk pasien Covid-19 dan tempat singgah pekerja migran yang pulang kampung. Imbasnya, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2021 dari sewa Rusunawa itu pun direvisi.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kabupaten Tulungagung, Anang Pratistianto, penyewaan Rusunawa Jepun blok II ditunda.

“Karena situasi darurat, salah satu blok Rusunawa difungsikan sebagai tempat isolasi. Hal ini disebabkan RSDC (Rumah Sakit Darurat Covid-19) sudah kelebihan kapasitas (overcapacity),” terang Anang, Selasa (20/7/2021).

Rusunawa Jepun II diresmikan pada Desember 2020 lalu dan diperuntukkan khusus Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Diharapkan masyarakat bisa mendapatkan hunian yang layak dengan sistem sewa yang murah.

Tetapi desakan menambah ruang perawatan untuk pasien Covid-19 membuat rencana itu buyar. “Karena situasinya dibutuhkan untuk penanganan Covid-19, kami tidak boleh egois,”sambung Anang.

Akibatnya, target PAD dari Rusunawa Jepun pun diturunkan dari Rp 180 juta menjadi Rp 160 juta. Penurunan target ini juga disebabkan tingkat hunian di Rusunawa Jepun I yang menurun.

Dari sekitar 70 hunian yang ada, terisi sekitar 80 persen. Banyak penghuni yang pindah sejak Rusunawa Blok II difungsikan untuk tempat isolasi pasien Covid-19.  “Ada yang pindah karena sudah mandiri. Ada pula yang khawatir karena blok II menjadi tempat isolasi,” ungkap Anang.

Rusunawa Jepun II memiliki tiga lantai dengan 42 hunian tipe 36. Khusus lantai satu diperuntukkan para manula dan difabel.  Rusunawa ini difungsikan sebagai tempat isolasi, karena terjadi ledakan kasus baru sejak dua minggu lalu. Selain itu Pemkab Tulungagung mengalihfungsikan 18 Puskesmas rawat inap menjadi RS penyangga pasien Covid-19. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved