Breaking News:

Pemprov Jatim

Bagikan Sembako kepada Warga Jombang, Gubernur Khofifah Dapat Bonus Pijat dari Mbah Tuminah

Kejadian cukup unik dari pembagian sembako jajaran Forkopimda Jatim terjadi saat Gubernur Khofifah mampir ke rumah Mbah Tuminah.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Parmin
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat dipijat mendadak oleh Mbah Tuminah seusai memberikan sembako bersama Kapolda Jatim, Pangdam V/Brawijaya dan  Pangkoarmada II di Dusun Tawangsari Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, Selasa (20/7/2021).  

SURYA.CO.ID | JOMBANG - Masa pandemi covid-19 menjadi masa yang sulit bagi warga masyarakat Jatim terutama warga yang tidak mampu secara ekonomi.

Oleh sebab itu, dalam penanganan covid-19, selain menggencarkan vaksinasi, Pemprov Jawa Timur juga menggencarkan pembagian bantuan sosial berupa sembako.

Seperti hari ini, Selasa (20/7/2021),  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Pangkoarmada II, Kajati, dan Kabinda. Jajaran forkopimda Jatim itu turun membagikan sembako ke Dusun Tawangsari, Desa Sengon, Kecamatan Jombang.

Khofifah dan jajaran turun membagikan sembako pada warga dengan sistem dari pintu ke pintu atau door to door.

Paket sembako yang berisi beras, gula, minyak goreng, mie instan dan juga makanan kaleng itu diberikan dengan harapan bisa membantu masyarakat ekonomi lemah di tengah masa pandemi covid-19.

Kejadian cukup unik dari pembagian sembako jajaran Forkopimda Jatim terjadi saat Gubernur Khofifah mampir ke rumah Mbah Tuminah.

Sudah menunggu di depan rumah, Mbah berusia 70-an itu sumringah saat bertemu Gubernur Jatim dan menerima paket sembako.

Sejenak, Khofifah mengajak Mbah Tuminah ngobrol dan meminta menceritakan kesehariannya selama pandemi.

Mbah Tuminah pun menceritakan bahwa pandemi ini membuatnya tidak bisa bekerja mencari uang. 

“Alhamdulillah rezeki datang. Saya sudah lama tidak bekerja. Biasanya saya ini mijet (tukang pijat). Tapi karena ada virus saya dilarang keluar oleh anak cucu, jadi di rumah tidak bisa bekerja,” kata Tuminah.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved