Breaking News:

Berita Kediri

Tegangnya Akad Nikah di Kota Kediri, Digelar di Hotel Tetapi Dibatasi 10 Orang; Tanpa Resepsi

Seperti prosesi akad nikah yang berlangsung di Hotel Lotus Garden, Kota Kediri, Minggu (18/7/2021) lalu, tamu yang hadir juga sangat dibatasi.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Deddy Humana
surya/didik mashudi
Kegiatan akad nikah yang berlangsung di hotel dibatasi hanya keluarga inti yang berjumlah sekitar 10 orang. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Selama PPKM darurat di Kota Kediri juga berimbas pada kegiatan akad nikah berlangsung secara sederhana dengan pembatasan tamu yang hadir.

Beberapa kegiatan akad nikah tidak luput dari pemantauan Satgas Covid-19 Kota Kediri untuk memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes).

Seperti prosesi akad nikah yang berlangsung di Hotel Lotus Garden, Kota Kediri, Minggu (18/7/2021) lalu, tamu yang hadir juga sangat dibatasi.

Camat Mojoroto Kota Kediri, Bambang Tri Lasmono menjelaskan, PPKM darurat mengharuskan masyarakat tidak menggelar acara yang berpotensi membuat kerumunan.

Termasuk akad nikah di hotel hanya dihadiri 10 orang serta tidak menggelar acara resepsi. Ke-10 orang yang diperbolehkan menghadiri acara itu, masing-masing 5 orang dari mempelai pria dan wanita.

Pihak Satgas Covid kecamatan telah melakukan monitoring acara akad nikah salah satu warga. "Ini sebagai antisipasi bila ada pelanggaran seperti dapat membuat kerumunan dan tidak menerapkan prokes ketat, bisa langsung ditindak," ungkap Bambang, Senin (19/7/2021).

Diungkapkan, pihak penyelenggara sudah melaporkan acara yang digelar nantinya seperti apa. Kemudian dilanjutkan monitoring di Hotel Lotus Garden sebagai antisipasi kalau pihak penyelenggara melakukan pelanggaran aturan yang telah disepakati.

Dijelaskan, selama PPKM Darurat acara seperti resepsi pernikahan tidak diperbolehkan untuk digelar. Namun untuk acara prosesi ijab kabul, pihaknya tidak melarang asalkan hanya dihadiri keluarga inti seperti orangtua dari kedua mempelai.

“Kalau acara resepsi memang tidak kita perbolehkan di masa PPKM darurat ini. Namun kalau hanya ijab kabul masih kita perbolehkan asal yang hadir hanya keluarga inti saja. Untuk itu kita melakukan monitoring apakah benar acara yang digelar itu sudah sesuai aturan," jelasnya.

Tiga pilar Kecamatan Mojoroto terus bersinergi untuk selalu mengawasi dan mencegah terjadinya kerumunan di masa berlakunya PPKM darurat. Hal ini dilakukan untuk bisa membatasi mobilitas warga supaya tidak berkerumun.

“Seperti acara pernikahan, pasti mereka melapor dulu kepada kita. Jadi kita mudah mengawasinya. Setiap hari selalu melakukan monitoring aktivitas warga agar tidak menimbulkan kerumunan. Kalau terjadi pelanggaran pasti kita datangi dan kita tindak tegas,” ujar Bambang.

Bambang berharap masyarakat bersabar dan menyarankan untuk berada di rumah saja. Ini penting untuk membantu pemerintah memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Apalagi pemerintah masih menyalurkan bansos, walaupun mungkin masih belum semua tercukupi namun pemerintah yakin bisa melewati pandemi ini kalau kita mau bahu-membahu saling membantu," ungkapnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved