Breaking News:

Berita Mojokerto

Sidak Kepatuhan PPKM Darurat, Dinas Koperasi Mojokerto Disambati Pengusaha Terkait Penurunan Omzett

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan bahwa kegiatan monitoring inspeksi mendadak (sidak) itu menyasar empat perusahaan.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Deddy Humana
surya/mohammad romadoni
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya memimpin kegiatan monitoring ke sejumlah perusahaan dalam penerapan PPKM Darurat, Senin (19/7/2021). 

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Dinas Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto melakukan monitoring ke sejumlah pabrik dan pertokoan dalam penerapan PPKM Darurat akibat pandemi Covid-19.

Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya mengatakan bahwa kegiatan monitoring inspeksi mendadak (sidak) itu menyasar empat perusahaan. Meliputi pabrik karet, pabrik percetakan, dan pabrik paku serta tiga koperasi yang masih aktif beroperasi.

"Kegiatan sidak ini dalam rangka penerapan PPKM darurat untuk memastikan mereka telah menerapkan sesuai protokol kesehatan (prokes) sekaligus mengecek karyawan-karyawan yang bekerja di pabrik tersebut sudah vaksinasi Covid-19," ungkapnya di Kantor Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Senin (19/7/2021).

Ani menyebut, pihaknya juga memastikan perusahaan telah memenuhi kewajibannya yakni memberikan perlindungan dan kesejahteraan karyawan mereka seperti BP Jamsostek maupun BPJS Kesehatan.

"Hasil sidak, ada sebagian karyawan yang belum vaksinasi sedangkan prokes telah diterapkan secara baik," terangnya.

Menurut Ani, Diskopukmperindag juga menampung aspirasi para pengusaha terkait penerapan PPKM darurat yang berdampak penurunan omzet. Apalagi, perusahaan juga menerapkan pembatasan jam operasional dan karyawan lantaran minimnya order dari konsumen.

"Tadi pengusaha percetakan yang membuat kardus bungkus sepatu pesanan perajin di Kota Mojokerto, mengalami penurunan omzet sekitar 30 persen karena banyak pesanan yang pending. Nantinya kita akan tindaklanjuti terkait solusi untuk para pengusaha tersebut," ucap Ani.

Setelah sidak di sejumlah pabrik itu, Ani bersama Tim Satgas Covid-19 Kota Mojokerto menyisir area pertokoan di kawasan jalan protokol yang ditengarai abai menerapkan prokes.

Misalnya tidak memberikan batas atau sekat di kursi tunggu konsumen sehingga dikhawatirkan menimbulkan kerumunan dan melanggar Physical Distancing.

"Kami memberikan peringatan terhadap pertokoan yang belum sepenuhnya menerapkan Prokes seperti Phsycal distancing," tandasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved