Breaking News:

Berita Bangkalan

Mayoritas Bangkalan Oranye, Tetapi Zona Merah Bergeser ke 7 Kecamatan di Pesisir Selatan

Sehari sebelumnya, terdata sejumlah 145 kasus baru dengan 112 orang di antaranya terlibat kontak dan 33 orang lainnya bergejala.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
istimewa
Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan per Senin (19/7/2021) menunjukkan sepanjang pesisir Pantai Selatan Bangkalan berstatus zona merah. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Rilis perkembangan kasus Corona Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan melalui Status Terkini Covid-19 dan update Peta Sebaran Covid-19 pada H-1 Idul Adha atau Lebaran Ketupat, Senin (19/7/2021) menunjukkan peningkatan kasus yang signifikan.

Pada Status Terkini Covid-19 disebutkan, kasus baru atau penularan mencapai 138 kasus dengan 120 orang di antaranya terlibat kontak dan 18 orang lainnya dinyatakan bergejala alias simtomatik.

Sehari sebelumnya, terdata sejumlah 145 kasus baru dengan 112 orang di antaranya terlibat kontak dan 33 orang lainnya bergejala.

Kasus meninggal baru terdata sejumlah 12 orang, lebih rendah dari kasus sehari sebelumnya yang berada di angka 19 orang. Sedangkan sembuh baru meningkat di angka 83 orang, lebih tinggi dari sehari sebelumnya yang 52 orang.

Selain itu, terjadi pergeseran dan penambahan zona merah Covid-19 pada update Peta Sebaran Covid-19 Kabupaten Bangkalan. Zona merah atau kawasan beresiko tinggi seminggu terakhir berkutat di lima kecamatan; Kota, Socah, Kamal, Tragah, dan Tanjung Bumi.

Pada H-1 Lebaran Idul Adha kali ini, zona merah Covid-19 bergeser di sepanjang kawasan Pantai Selatan Bangkalan. Meliputi Kecamatan Kamal, Labang, Kwanyar, dan Modung. Zona merah lainnya berada di Kecamatan Kokop dan Kota.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Sudiyo mengungkapkan, penambahan dan pergeseran zona merah itu dikarenakan peningkatan kasus kematian baru secara masif dalam seminggu terakhir.

“Pengiriman spesimen rapid PCR cenderung lemah. Jika ada satu orang positif, kami mencari testing sekitar 30-40 spesimen. Tetapi rata-rata kami masih di bawah 5 spesimen,” ungkap Sudiyo kepada SURYA.

Angka kematian dalam sepekan terakhir berdasarkan Status Terkini Covid-19 Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan menyentuh angka 80 orang.

Lonjakan kasus kematian terjadi pada Sabtu (17/7/2019) sejumlah 20 orang, sehari sebelumnya terdata 9 orang. Sehari berikutnya, Minggu (18/7/2021) sejumlah 19 kasus kematian baru, dan Senin (19/7/2021) sejumlah 12 orang.

“Di Kecamatan Labang dan Kecamatan Kamal, puncak kasus meninggal terjadi minggu ini, penambahan kasus (penularan) masih banyak, hingga puncak kasus perawatan di rumah sakit juga terjadi minggu ini,” pungkas mantan Kepala Puskesmas Blega itu.

Sebelumya, sejumlah tokoh ulama mulai dari Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bangkalan, KH Syarifuddin Damanhuri, Ketua PC Nahdlatul Ulama Bangkalan, KH Makki Nasir, hingga Ketua DPRD Bangkalan, Muhammad Fahad dan Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino mengimbau masyarakat bangkalan tidak ‘toron’ atau pulang kampung.

Bahkan Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron melalui stiker yang ramai dijadikan status profil WhatsApp, mengimbau masyarakat Bangkalan di perantauan agar menahan rasa rindu merayakan lebaran di kampung halaman bersama keluarga.

“Saya mengerti kita semua pasti rindu sanak saudara di saat-saat seperti ini. Tetapi tahan rasa rindu, mari berikhtiar bersama di momen Lebaran Ketupat kali ini untuk memutus rantai penularan Covid-19,” imbau Ra Latif. *****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved