Breaking News:

Berita Jember

Hanya Orang Yang Bekerja di Sektor Ini, Bisa Naik KA Jarak Jauh di Daop 9 Jember di Masa PPKM

Aturan tersebut menyebut, pada masa Libur Idul Adha 1442 Hijriyah yaitu mulai keberangkatan 20 - 25 Juli 2021, perjalanan KA Jarak Jauh

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Stasiun KA Jember. 

SURYA.CO.ID, JEMBER - Bepergian menggunakan kereta api (KA) jarak jauh yang beroperasi di wilayah PT KAI Daerah Operasi 9 Jember, masih memungkinkan di masa pandemi.

Tetapi yang diizinkan naik KA hanya calon penumpang yang bekerja di sektor esensial dan kritikal, serta yang memiliki kepentingan mendesak. Kebijakan ini berlaku pada 20 - 25 Juli 2021, atau selama masa libur Idul Adha 1442 Hijriyah/2021.

Senin (19/7/2021), pihak PT KAI Daop 9 Jember meneruskan informasi tentang kebijakan tersebut. Yaitu mengacu pada SE Kemenhub Nomor 54 Tahun 2021 tentang Perubahan Kedua Atas SE Menteri Perhubungan Nomor SE 42 Tahun 2021.

"Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dengan Transportasi Perkeretaapian Pada Masa Pandemi Covid-19,” ujar VP Daop 9 Jember Broer Rizal, saat melansir pernyataan VP Public Relations KAI Joni Martinus, Senin (19/7/2021).

Aturan tersebut menyebut, pada masa Libur Idul Adha 1442 Hijriyah yaitu mulai keberangkatan 20 - 25 Juli 2021, perjalanan KA Jarak Jauh hanya diperbolehkan bagi pelaku perjalanan yang bekerja di sektor esensial dan kritikal serta untuk kepentingan mendesak.

Sesuai Instruksi Mendagri Nomor 18 Tahun 2021, bidang yang menjadi sektor esensial adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, TI dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid-19, dan industri orientasi ekspor.

Kemudian yang termasuk sektor kritikal adalah kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat, penanganan bencana, energi, logistik, transportasi dan distribusi, makanan minuman dan penunjangnya, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, obyek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar.

Bagi calon penumpang dari kedua sektor itu harus menunjukkan surat tanda registrasi pekerja, atau surat Keterangan lainnya yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.

Atau surat tugas yang ditandatangani oleh pimpinan perusahaan atau pejabat minimal eselon 2 (untuk pemerintahan) dan berstempel/cap basah atau tanda tangan elektronik.

Sedangkan yang dimaksud dengan kepentingan mendesak yaitu pasien dengan kondisi sakit keras, ibu hamil yang didampingi oleh satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan yang didampingi maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

Pelanggan dengan berkepentingan mendesak dibuktikan dengan menunjukkan surat keterangan perjalanan antara lain, surat Rujukan dari rumah sakit, atau surat pengantar dari perangkat daerah setempat, atau surat keterangan kematian, atau surat keterangan lainnya.

Selain itu, setiap pelanggan KA Jarak Jauh diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau tes rapid Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan Kartu Vaksinasi.

Sebelumnya, pelanggan KA Jarak Jauh bisa bepergian memakai moda transportasi KA asalkan memenuhi dokumen syarat perjalanan di masa PPKM Darurat seperti surat keterangan hasil hasil negatif tes RT-PCR maksimal 2x24 jam atau tes rapid Antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan. Khusus pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa wajib menunjukkan Kartu Vaksinasi.

Tidak ada pembatasan untuk jenis pekerjaan. Namun di masa libur Idul Adha ini, hanya pelanggan yang bekerja di sektor esensial, kritikal, dan yang memiliki kepentingan mendesak, yang boleh bepergian memakai KA Jarak Jauh.

KA Jarak Jauh yang masih beroperasi di wilayah Daop 9 Jember di masa PPKM Darurat ini adalah KA Tawangalun (Ketapang - Malang Kotalama), KA Sritanjung (Ketapang - Lempuyangan), KA Wijayakusuma (Ketapang - Cilacap), dan KA Probowangi (Ketapang - Surabaya Gubeng). ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved