Breaking News:

Berita Surabaya

Tak Ada Penghapusan IPT, ini Alasan Pemkot Surabaya Tetap Berlakukan Retribusi Tanah Surat Ijo 

Pemkot Surabaya dan DPRD memastikan retribusi Izin Pemakaian Tanah (IPT)  Surat Ijo tetap berlaku.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
Warga pemegang surat Ijo yang tergabung dalam Perkumpulkan Penghuni Tanah Surat Ijo Surabaya (P2TSIS) di Taman Makam Pahlawan Mayjend Sungkono, Minggu (10/11/2019). Pemkot Surabaya memastikan tidak ada penghapusan izin pemakaian tanah (IPT) untuk tanah surat ijo. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemkot Surabaya dan DPRD memastikan retribusi Izin Pemakaian Tanah (IPT)  Surat Ijo tetap berlaku. Surabaya tetap memberlakukan retribusi kekayaan daerah ini.

Surat Ijo adalah lahan atau Persil peninggalan zaman Balanda yang kini ditempati warga.

Di Surabaya ada sekitar 47.000-an Persil berstatus Surat Ijo.

Oleh Pemkot Surabaya, lahan ini dimasukkan aset daerah, sehingga penggunaannya dikenakan retibusi IPT sesuai Perda dan diperkuat Perwali. 

"Sudah menjadi kewajiban warga penghuni Surat Ijo untuk tetap membayar retibusi IPT. Hal ini sudah berlaku selama ini.

Prinsip Pemkot mengikuti aturan," kata Kepala Dinas Pengelolaan Bangunan dan Tanah (DPBT) Kota Surabaya Maria Ekawati Rahayu, Minggu (18/7/2021).

Sempat mengemuka akan ada penghapusan retibusi IPT Surat Ijo itu.

Namun, Yayuk menyampaikan bahwa kuncinya ada di aturan. Selama aturan PP dan Permendagri tentang pengelolaan aset tidak diubah Pemkot akan tetap berpedoman dan patuh aturan ini.

Sebelumnya, DPRD Surabaya juga sudah memastikan melalui pengesahan Peraturan Daerah (Perda) tentang Aset Kekayaan Daerah kota Surabaya di paripurna. Izin pemakaian aset daerah berlaku retribusi. 

Ketua Pansus Perda Aset Kekayaan Daerah Mahfudz menyampaikan permohonan maaf kepada warga penghuni Surat Ijo yang berharap pembebasan retribusi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved