Breaking News:

Berita Trenggalek

RSUD dr Soedomo Trenggalek Utang untuk Operasional karena Dana Klaim Covid-19 Belum Cair

Dana klaim penanganan pasien Covid-19 di RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek belum cair seluruhnya

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Aflahul Abidin
RSUD dr Soedomo Trenggalek Utang untuk Operasional karena Dana Klaim Penanganan Covid-19 Belum Cair 

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | TRENGGALEK – Dana klaim penanganan pasien Covid-19 di RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek belum cair seluruhnya.

Akibatnya rumah sakit pelat merah itu harus mengutang ke bank untuk pembiayaan operasional.

Di sisi lain jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD dr Soedomo juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Direktur RSUD dr Soedomo Kabupaten Trenggalek Sunarto menjelaskan, dana klaim penanganan Covid-19 yang cair dari pemerintah pusat baru sedikit.

“Tahun 2020, dari Rp 21 miliar yang kami klaimkan, yang sudah cair Rp 430 juta,” kata Sunarto.

Itu artinya baru sekitar 2 persen dari total nilai klaim dana penanganan pasien Covid-19 RSUD dr Soedomo yang telah dibayar oleh pemerintah pusat.

“Untuk 2021, kami ajukan klaim Rp 28 miliar. Tapi ini verifikasinya belum keluar,” ungkap Sunarto.

Ia mengakui, keterlambatan klaim itu membuat keuangan di rumah sakit terganggu. RSUD bahkan harus utang ke salah satu perbankkan untuk biaya operasional senilai Rp 5 miliar.

“Untuk operasional saja, seperti beli obat, beli peralatan, alat pelindung diri (APD), dan lainnya. Bukan untuk yang lain-lain,” kata Sunarto.

Sunarto mengatakan, kebutuhan untuk penanganan pasien Covid-19 di rumah sakit tergolong besar. Penanganan seorang pasien Covid-19 di rumah sakit bisa mencapai Rp 15 juta hingga Rp 50 juta.

“Tergantung tindakannya apa,” kata Sunarto, yang menyebut bahwa pasien yang dirawat di RS rujukan Covid-19 itu adalah pasien dengan gejala sedang, berat, hingga kritis.

Sementara itu, DPRD Kabupaten Trenggalek mendesak agar pemkab mengalokasikan anggaran belanja tidak terduga (BTT) untuk pembiayaan penanganan Covid-19 di rumah sakit.

“Kami mendorong dan meminta agar pemerintah daerah mengalokasikan anggaran BTT untuk kebutuhan rumah sakit secepatnya,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Trenggalek Mugianto.

Pihaknya juga mendukung seluruh langkah manajemen RSUD dalam penanganan pasien Covid-19. Seperti merekrut puluhan relawan tenaga kesehatan dan penambahan ruang rawat inap.

Dorongan itu dianggap penting agar kasus kematian akibat virus corona bisa ditekan.

Berdasarkan data Dinas Kominfo Kabupaten Trenggalek per 17 Juli 2021, jumlah pasien yang meninggal akibat wabah ini sebanyak 533 orang, atau sekitar 10 persen dari total kasus yang ada.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved