Breaking News:

Berita Pasuruan

Pedagang di Pasuruan Kaget Dapat Bantuan Beras dari Polisi saat PPKM Darurat

Kejutan ini berupa paket beras 5 kilogram yang diberikan ke para pedagang. Pedagang pun terkejut mendapatkan kejutan malam - malam

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Fatkhul Alami
Surabaya.Tribunnews.com/Galih Lintartika
Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Shukiyanto saat membagikan bantuan beras ke para pedagang kaki lima. 

Penulis: Galih Lintartika| Editor: Fatkhul Alami

SURYA.co.id | PASURUAN - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Sukorejo, Kabupaten Pasuruan dikagetkan dengan kedatangan anggota Polsek Sukorejo yang didampingi anggota Koramil Sukorejo, Sabtu (17/7/2021) malam.

Kedatangan anggota polisi kali ini berbeda dibandingkan sebelumnya. Selain mengingatkan pedagang untuk patuh terhadap aturan selama PPKM Darurat, polisi juga memberi kejutan untuk pedagang.

Kejutan ini berupa paket beras 5 kilogram yang diberikan ke para pedagang. Pedagang pun terkejut mendapatkan kejutan malam - malam. Pedagang mengira polisi akan membubarkan aktifitas perdagangan.

Sunariyah, salah satunya. Penjual tahu petis ini sudah ketakutan sejak mobil patroli polisi berhenti di depan gerobak jualannya. Ia khawatir, ditegur oleh polisi untuk segera pulang.

Bahkan, ia pun sempat meneteskan air mata setelah mengetahui polisi ternyata tidak memintanya untuk segera menutup dagangannya, tapi justru mendapatkan beras untuk kebutuhan sehari - harinya.

"Iya saya takut. Saya takut diobrak. Ini tahunya baru saya goreng, dan minyaknya masih panas. Jadi butuh beberapa menit baru saya beresi. Saya sudah niat tutup sebenarnya karena kurang 15 menit lagi jam 8," katanya.

Ia menyebut, sejak pandemi, ia sudah tidak lagi bekerja di sebuah perusahaan air minum dalam kemasan. Perusahaannya mengambil kebijakan untuk mengurangi karyawan, termasuk dirinya yang dirumahkan.

"Ya bingung, tapi hidup tetap hidup harus dilanjutkan. Saya punya anak yang harus dibesarkan dan dibiayai keperluannya. Akhirnya, saya sama suami jualan tahu petis ini setiap hari. Suami hanya kuli bangunan," jelasnya.

Disampaikan dia, kalau tidak berjualan tahu petis mau makan apa. Namun, sejak pandemi, omzetnya jualannya menurun. Ia tetap berusaha meski hasilnya memang jauh dari harapan.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved