Breaking News:

Berita Surabaya

Kurangi Kantong Plastik, jelang Idul Kurban Komunitas Akta Bhumi Bagikan Ribuan Besek kepada Warga

Menyongsong Idul Adha, Komunitas Abyakta Acitya Bhumi atau biasa dikenal sebagai Akta Bhumi mendistribusikan 3.100 besek.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Parmin
surya.co.id/zainal arif
Komunitas Akta Bhumi mendistribusikan 155 besek atau setara dengan 3.100 besek di kawasan Putat Jaya (Ex Lokalisasi Dolly) Surabaya, Minggu (18/7/2021).  

SURYA.co.id | SURABAYA - Menyongsong Idul Adha, Komunitas Abyakta Acitya Bhumi atau biasa dikenal sebagai Akta Bhumi mendistribusikan 3.100 besek ke sejumlah wilayah kawasan Putat Jaya (Ex Lokalisasi Dolly) Surabaya, Minggu (18/7/2021).

Pendistribusian ini dilakukan dalam rangka menyukseskan program Bekurban (Besek Untuk Kurban) yang diinisiasi oleh Komunitas Akta Bhumi untuk merayakan Idul Adha tanpa plastik.

Dengan harapan wadah daging yang nantinya akan digunakan warga tidak menggunakan kantung plastik seperti biasanya, melainkan menggunakan besek yang terbuat dari bambu ini.

Program ini dilatarbelakangi keprihatinan akan bahaya plastik untuk kesehatan dan lingkungan.

Melonjaknya kebutuhan kantung plastik menjelang Idul Adha menjadi sorotan sendiri bagi Komunitas Akta Bumi.

Mereka berpikir penting untuk memulai langkah mengurangi sampah plastik yang dihasilkan selama Idul Adha dengan mengganti penggunaannya dengan menggunakan besek. 

Komunitas Akta Bumi memimpikan jika setiap masjid di setiap kota dengan kebutuhan misal 1000 kantung plastik mulai membagikan daging dengan besek tentu sampah plastik yang dihasilkan selama Idul Adha akan jauh berkurang.

Ketua Pelaksana program Bekurban, Habib Rosyidi menyebut dipilihnya besek sebagai pengganti kantung plastik di program Bekurban tidak hanya karena alasan lebih ramah lingkungan melainkan dapat digunakan berulang-ulang.

"Besek menjadi salah satu komoditas produksi yang dihasilkan oleh perempuan di Desa Tegaren, Kecamatan Tugu, Kabupaten Trenggalek yang merupakan desa binaan Komunitas Akta Bumi yang sedang merintis desa wisata," ungkapnya.

Melalui program ini, Habib mengaku pihaknya berusaha menghubungkan desa dan kota dalam satu gerakan lingkungan hidup dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa terlebih yang sangat terdampak karena pandemi. 

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved