Breaking News:

Lifestyle

Ibu Hamil Perlu Diet Rendah Garam untuk Kendalikan Hipertensi dan Jaga Imun di Masa Pandemi

Dokter Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Melinda Hospital Bandung saat Webinar.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: ajinomoto indonesia
dr Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Melinda Hospital Bandung saat Webinar yang digelar Ajinomoto Indonesia.  

SURYA.co.id | SURABAYA - Hipertensi masih berpotensi terjadi pada ibu hamil. Angka kejadian pre-eklamsia (hipertensi pada kehamilan) di negara berkembang seperti Indonesia, persentasenya mencapai sekitar 7 - 10 persen.

Menurut dr Johanes Chandrawinata, MND, SpGK, Dokter Spesialis Gizi Klinik di Melinda Hospital Bandung, mengontrol asupan kalori dan nutrisi lainnya sangat penting untuk mencegah risiko hipertensi pada kehamilan.

"Ada beberapa cara untuk mencegah hipertensi dalam kehamilan, serta meningkatkan imunitas ibu dan janin yang dikandungnya," kata dr Johanes saat menjadi narasumber Webinar Event Peran Gizi Sebagai Langkah Pengendalian Hipertensi dan Menjaga Sistem Imun dalam Kehamilan, Sabtu (17/7/2021).

Salah satu caranya adalah dengan menerapkan pola makan yang memperbanyak sayuran dan ikan, dan strategi diet rendah garam.

"Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya sayur dan ikan mengurangi kemungkinan terkena hipertensi gestasional sebesar 14 persen dan pre-eklamsia sebesar 21 persen," jelas dr. Johanes, di acara webinar yang digelar PT Ajinomoto Indonesia bersama Gizi Kebugaran Indonesia tersebut.

Melakukan diet rendah garam juga menjadi salah satu cara untuk mencegah munculnya penyakit degenerative seperti hipertensi.

"Dengan mencegah hal tersebut, peluang kita untuk menjaga sistem imun semakin tinggi," tambah dr Johanes.

Sudah banyak penelitian tentang penurunan asupan natrium (garam). Contoh, Halim dkk dalam penelitian terbaru tahun 2020, Journal of Food Science juga membuktikan peran MSG dalam menjaga rasa nikmat pada makanan walaupun kadar natrium nya dikurangi antara 30-60 persen.

"Dari penelitian tersebut, dapat kita simpulkan bahwa penurunan asupan garam dapat dicapai tanpa harus mengorbankan cita rasa makanan dengan penambahan MSG secukupnya,” lanjutnya.

Webinar ini sebagai upaya mendukung ibu agar tetap sehat dengan menyebarluaskan fakta informatif tentang bumbu umami dan manfaat klinis Monosodium Glutamat (MSG) di tengah pandemi Covid 19. 

Jumlah peserta webinar ini mencapai 944 peserta, dan sebagian besar berprofesi sebagai bidan dan mahasiswi kebidanan.

“Acara webinar PT Ajinomo Indonesia kali ini diperuntukkan bagi bidan dan mahasiswi kebidanan karena kami merasa perlu menyebarkan fakta yang benar dan informatif tentang MSG dan bumbu umami yang akan mendukung ibu-ibu di Indonesia untuk tetap sehat, bahkan di situasi pandemi Covid 19," jelas Katarina Larasati, Public Relations Manager PT Ajinomoto Indonesia.

Selain itu, pihaknya berharap bidan dan mahasiswi kebidanan dalam webinar ini dapat menyebarkan fakta informatif dan fakta ilmiah tentang apa yang kami sampaikan hari ini kepada masyarakat.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved