Breaking News:

Berita Gresik

Desa di Gresik Ini Punya Jalan 'Anti Ngantuk' 1,5 KM, Sampai Ganti Bupati Tak Kunjung Dijenguk

Ia menjelaskan, mayoritas warganya yang memiliki mata pencaharian petani akan sangat terbantu jika jalan itu diperbaik

Penulis: Willy Abraham | Editor: Deddy Humana
surya/willy abraham
Anggota Komisi III DPRD Gresik menunjuk lubang jalan kian menganga di XDesa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang, Sabtu (17/7/2021) lalu. 

SURYA.CO.ID,GRESIK - Sebuah bambu yang ditancapkan warga di tengah jalan Desa Tenggor, Kecamatan Balongpanggang Gresik, bukan untuk menyambut tamu. Melainkan penanda karena di sepanjang desa itu bolong, dan pengguna jalan bisa terperosok ke dalam saluran air yang melintas di tengah jalan.

Tidak hanya itu, kondisi jalan sepanjang 1,5 KM itu bergelombang. Jalan paving penghubung di desa itu sudah tidak layak dilalui kendaran karena bergelombang, juga miring. Pengendara roda dua bergantian melimtas memilih ruas sisi jalan yang agak datar.

Rusaknya jalan itu sudah bertahun-tahun bahkan setelah pergantian bupati pun tidak kunjung diperbaiki.  Kepala Desa Tenggor, Kowianto mengaku sudah enam tahun jalan kabupaten itu rusak. Belum ada penanganan serius dari Dinas Pekerjaan Umum terkait kondisi jalan.

"Pernah ada pejabat dinas yang survei, dan saya debat karena tak kunjung diperbaiki. Saya tidak tega melihat anak-anak masuk sekolah pas keadaan hujan. Jalan sudah tidak seperti jalan," kata Kowianto geram, Minggu (18/7/2021).

Kowianto bahkan sempat mengajak kepala Sekolah SMP Balongpanggang di desanya itu untuk protes. Datang ke Pemkab Gresik untuk meminta agar ada perhatian serius. "Saya bilang ini jalan anti ngantuk karena tidak mulus. Kalau saat hujan kasihan anak sekolah," terangnya lagi.

Ia menjelaskan, mayoritas warganya yang memiliki mata pencaharian petani akan sangat terbantu jika jalan itu diperbaiki. Mengangkut hasil pertanian dari wilayah desa ke kota juga bakal lebih cepat.

Sementara anggota Komisi III DPRD Gresik, Sulisno Irbansyah, sudah melihat lokasi jalan. Dan Sulisno melihat lobang menganga dan kondisi jalan yang tak karuan. Mulai bergelombang, miring hingga sisi tepi jalan yang bisa dilalui.

Politisi PDIP ini telah memfoto sebagian jalan melalui kamera ponsel pribadinya. Foto itu menjadi dokumentasi, kata Sulis sapaan akrabnya, dan akan disampaikan kepada dinas terkait.

"Kondisi pandemi memang banyak anggaran yang terdampak refocusing. Saya minta Dinas PU wilayah Selatan agar hasil pertanian diprioritaskan terlebih dahulu infrastrukturnya," kata Sulis. Apalagi, kondisi jalan itu sudah rusak sebelum ada pandemi Corona. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved