Breaking News:

Berita Surabaya

YMI ITS Bantu Obat-Obatan dan Oxygen Concentrator untuk Sivitas Akademika yang Isoman

YMI ITS memberikan donasi Oxygen Concentrator untuk digunakan kepada sivitas akademika kampus.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Sulvi Sofiana
Penyerahan Oxygen Concentrator, vitamin dan obat-obatan dari YMI ITS pada Wakil Rektor ITS dan satgas Covid-19 ITS, Sabtu (17/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Kelangkaan oksigen sebagai pengobatan penderita Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri membuat Yayasan Manarul Ilmi (YMI) Institut Teknologi 10 Nopember (ITS) memberikan donasi Oxygen Concentrator untuk digunakan kepada sivitas akademika kampus.

Humas YMI, Arief Wisnu mengungkapkan, pandemi kali ini banyak akademisi, tendik hingga mahasiswa harus isolasi mandiri karena terbatasnya fasilitas di rumah sakit.

Kondisi ini diperburuk dengan habisnya stok obat di Medical Center ITS dan juga sulitnya mencari tabung oksigen.

"Ada enam oksigen concentrator dan 100 paket obat-obatan dan vitamin yang kami berikan untuk membantu sivitas ITS yang sedang terpapar Covid-19," ujar Wisnu saat memberikan sumbangan oksigen dan obat-obatan kepada Wakil Rektor IV ITS dan Satgas Covid ITS, Sabtu (17/7/2021).

Wisnu mengatakan, alasan menyumbangkan sejumlah oksigen concentrator ke sivitas ITS karena saat ini Indonesia sedang mengalami kelangkaan oksigen medis.

Bahkan, lanjut Wisnu, meski kebutuhan oksigen untuk medis telah diambilkan dari kebutuhan industri, namun tetap saja belum memenuhi kebutuhan oksigen medis yang permintaannya sangat tinggi.

"Di lapangan suplai oksigen untuk masyarakat masih terbatas. Masyarakat yang ingin mendapatkan isi ulang untuk tabung oksigennya harus rela antre selama berjam-jam. Bahkan tabungnya saat ini juga terbatas, ada pun harganya mahal," katanya.

Wisnu menjelaskan oxygen concentrator berfungsi mengambil oksigen dari udara yang konsentrasinya sebesar 21 persen dapat menjadi 90 persen. Singkatnya, alat ini bisa menggantikan fungsi tabung tanpa pasien harus mengisi ulang.

"Alat ini sifatnya personel satu orang satu. Tapi kami mendengar pemerintah akan mendatangkan alat ini dengan jumlah ribuan dari luar negeri. Semoga dapat memenuhi kebutuhan oksigen medis dalam negeri," ujarnya.

Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerja sama dan Kealumnian, ITS Bambang Pramujati berterima kasih kepada YMI ITS yang telah menyumbangkan oksigen concentrator, obat-obatan dan vitamin guna membantu penanganan sivitas yang terpapar COVID-19.

"Di masa pandemi ini kami sangat membutuhkan oksigen yang memang sedang langka. Oksigen concentrator kami menerima bantuan dari YMI yang nanti akan dikelola oleh Satgas COVID-19 ITS," katanya.

Nantinya ITS juga berupaya mengembangkan oxygen concentrator. Karena kebutuhan di internal ITS cukup banyak.

Sementara itu Kepala Satgas Covid-19 ITS, Aji Pamungkas menyatakan, pihaknya sudah punya daftar antrean siapa saja yang terlebih dulu bisa menggunakan oksigen tersebut.

Diungkapkannya, selain dosen dan tendik, pihaknya juga menangani keluarga dari dosen dan tendik serta mahasiswa ITS yang terinfeksi Covid-19.

"Sebelumnya sudah mencari beberapa alternatif ke dosen, tenaga pendidik yang sebelumnya terpapar Covid-19 dan mempunyai tabung oksigen untuk bisa meminjamkannya. Di ITS memang ada, datanya sudah direkap dan memang ada beberapa yang sangat membutuhkan. Kami sudah mendapatkan pinjaman," tuturnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved