Breaking News:

Berita Lamongan

46 Calon Pengantin di Lamongan Tunda Menikah karena Tak Penuhi Syarat PPKM Darurat, Tak Ada Biaya

Sebanyak 46 calon pengantin di Lamongan harus menunda pernikahannya karena tak penuhi syarat tambahan di PPKM Darurat. 

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Musahadah
istimewa/SURYA.CO.ID
ilustrasi menikah. Sebanyak 49 calon pengantin di Lamongan menunda menikah karena tak penuhi syarat PPKM Darurat. 

SURYA.CO.ID - Sebanyak 46 calon pengantin di Lamongan harus menunda pernikahannya karena tak penuhi syarat tambahan di PPKM Darurat. 

Syarat tambahan PPKM Darurat mengharuskan calon pengantin menjalani tes swab antigen agar bisa menggelar akad nikah sepanjang 3-21 Juli 2021. 

Ternyata, 46 dari 519 calon pengantin di Lamongan tak bisa memenuhi syarat itu dan terpaksa menunda pernikahan. 

Satu diantaranya dialami calon pengantin asal Desa Waruk, Kecamatan Karangbinangun, Lamongan. 

Askan (50), salah satu keluarga calon pengantin mengakui keponakannya seharusnya menikah pada 11 Juli, namun terpaksa harus ditunda akad nikahnya.

Baca juga: Bocah Yatim Piatu di Gresik yang Ayah Ibu Meninggal karena Covid-19 Beri Berkah Bagi Teman Senasib

Menurutnya, alasan penundaan itu lantaran  tidak punya biaya untuk melakukan tes swab antigen, karena  yang diswab tidak hanya 1 tapi harus 5 orang. 

"Selain tidak punya biaya swab, juga takut, " katanya.

Di bagian lain, calon pengantin Mohammad Edy Cahyono (26) warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dukun, Gresik akhirnya bisa menikahi gadis pilihannya asal Desa Pendowolimo, Kecamatan Karangbinangun Wahyuni Ningsih (25). 

"Sebenarnya keberatan, tapi apa boleh buat, itu sudah menjadi syarat dan harus jalani patuhi,," aku Edy.

Jika sampai menunda pernikahan, ia khawatir  pasangannya  merasa malu pada tetangga.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved