Breaking News:

Berita Kediri

Pemkot Kediri Sosialisasi Aturan Peribadatan di Masa PPKM Darurat

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menerbitkan Surat Edaran tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Idul Adha 1442 H.

Penulis: Didik Mashudi | Editor: Parmin
surya.co.id/didik mashudi
Salah satu masjid di Kota Kediri yang dilakukan penutupan sementara selama masa PPKM Darurat. 

SURYA.co.id | KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menerbitkan Surat Edaran tentang Penerapan Protokol Kesehatan dalam Penyelenggaraan Shalat Idul Adha 1442 H dan Pelaksanaan Qurban di Masa Pandemi Covid-19. 

Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor: 450/9/419.033/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Tempat Ibadat dan Pelaksanaan Malam Takbiran, Shalat Idul Adha dan Qurban Tahun 1442 H di Kota Kediri. 

SE tersebut dirilis dengan acuan berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021, SE Kemenag Nomor 17 Tahun 2021, serta SE Gubernur Jawa Timur Nomor: 451/14901/012.1/2021.

Edaran ini dimaksudkan sebagai panduan dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang saat ini mengalami pelonjakan akibat munculnya varian baru.

Kebijakan yang tertuang dalam SE tersebut, antara lain: peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadat, panduan pelaksanaan takbiran dan shalat Idul Adha, serta pelaksanaan qurban. 

Selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, peribadatan di tempat ibadat yang dikelola masyarakat,  pemerintah, maupun perusahaan ditiadakan sementara dan dilakukan di rumah masing-masing. 

Meski demikian, kumandang adzan, bunyi lonceng/bel gereja, dan tanda lainnya sebagai tanda masuknya waktu ibadat tetap dapat digemakan.

Pemerintah Kota Kediri juga menghimbau selama masa PPKM darurat ini tempat ibadat harus tetap dijaga kesuciannya. 
Adapun panduan mengenai penyelenggaraan malam takbiran di masjid dan mushala dapat dilakukan melalui audio visual dan tidak mengundang jemaah. 

Selain itu, takbir keliling yang dilakukan dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan juga dilarang demi mencegah terjadinya kerumunan. 

Kegiatan takbiran dan shalat Idul Adha 1442 H dapat dilakukan di rumah masing-masing dengan tetap memperhatikan rukun shalat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved