Kamis, 11 Juni 2026

Berita Kediri

Pedagang Daging Sapi di Kabupaten Kediri Sepi Pembeli Selama PPKM Darurat

Pedagang daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Kediri mengeluhkan penurunan jumlah pembeli saat PPKM Darurat

Tayang:
Penulis: Farid Mukarrom | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/farid mukarrom
Suminih pedagang daging sapi di Pasar Gurah Kabupaten Kediri. 

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pedagang daging sapi di pasar tradisional Kabupaten Kediri mengeluhkan penurunan jumlah pembeli saat kebijakan PPKM Mikro Darurat diberlakukan.

Banyak masyarakatyang memilih untuk tak membeli secara langsung di Pasar Tradisional.

Akibatnya banyak pedagang pasar yang mengalami penurunan penghasilan selama kebijakan PPKM Mikro Darurat.

Seperti Suminih, pedagang daging sapi di Pasar Gurah Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Wanita berusia 50 tahun ini mengaku sehari-hari berjualan mulai jam 05.00 pagi sampai 11.00 wib.

Namun saat ini Suminih mengaku tak banyak masyarakat yang datang berbelanja di Pasar Gurah akibat kebijakan PPKM Mikro Darurat.

"Biasanya mau Hari Raya Idul Adha banyak orang punya hajatan. Sekarang gak ada, soalnya gak boleh buat hajatan," ungkap Suminih Jumat (16/7/2021).

Sebelumnya, dalam sehari ia bisa menjual daging sapi mencapai 100 kg.

Namun sejak adanya kebijakan PPKM Mikro Darurat, ia hanya mampu menjual 50 kg sapi.

"Kalau untuk daging yang laku itu sekarang 50 kg maksimal. Itu sudah sama jeroan dan usus sama lainnya," jelasnya.

Sementara itu kendati demikian Suminih mengaku tak ingin menaikkan harga daging sapinya.

"Harga daging sapi yang saya jual untuk kualitas biasa Rp 100 ribu/kilogram. Kemudian untuk yang kualitas super itu Rp 105 ribu/kilogram," terang Suminih.

Suminih berharap pandemi covid-19 segera berlalu agar keadaan bisa normal kembali.

"Saya berharapnya supaya bisa normal lagi pasarnya ramai dan gak sepi lagi seperti ini," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved