Breaking News:

Berita Madiun

Korupsi Proyek RS Paru Madiun, 2 Tersangka Ditahan, 1 Masih Dibiarkan di Luar, Mengapa?

Berkas telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Setelah dilimpahkan, dua dari tiga tersangka langsung ditahan, yaitu tersangka AW dan PK.

Editor: Suyanto
pixabay
Ilustrasi tersangka diborgol. Dua tersangka kasus korupsi proyek RS Paru Madiun ditahan 

SURYA.co.id I MADIUN - Tim Penyidik Tipikor Satreskrim Polres Madiun menyerahkan berkas dan tersangka kasus korupsi proyek pembangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Paru Dungus Kabupaten Madiun senilai Rp 6 miliar, Kamis (15/7/2021).

Berkas telah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan. Setelah dilimpahkan, dua dari tiga tersangka langsung ditahan, yaitu tersangka berisial AW dan PK.

Kasatreskrim Polres Madiun, AKP Ryan Wira Raja Pratama menjelaskan, semestinya tiga tersangka yang ditahan dan diserahkan ke Kejaksaan.

Namun satu tersangka berinisial YN tak diserahkan ke Kejaksaan karena reaktif tes cepat antigen. Meski begitu, berkas tersangka YN tetap diserahkan ke Kejari Kabupaten Madiun.

“Berkas tiga tersangka sudah kami limpahkan ke kejaksaan. Dalam kasus itu ketiganya merugikan negara sekitar Rp 1,7 miliar,” ujar Raja kepada Kompas.com, Kamis (15/7/2021).

Setelah dilimpahkan, ketiga tersangka akan menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi di Surabaya.

Modus Korupsi

Menurut Raja, ketiga tersangka diduga korupsi dengan mengganti sejumlah item yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang diatur dalam kontrak.

Tak hanya itu, polisi menemukan adanya beberapa item yang dikurangi pada pelaksanaan pekerjaan fisiknya. Setelah dinyatakan lengkap, penyidik akan terus menelisik dan mengembangkan lebih dalam lagi terkait dugaan keterlibatan pihak lain. “Pemeriksaan terkait kasus ini masih akan kami teruskan dan kembangkan,” ungkap Ryan.

Penanganan kasus korupsi pembangunan RS Paru Dungus yang berada Jalan Raya Dungus, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun tahun anggaran 2015 memakan waktu yang cukup lama. Sejak ditangani penyidik tipikor Satreskrim Polres Madiun pada Agustus 2019, baru bulan ini dilimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Madiun.

Kasus ini mulai ditangani polisi setelah ada laporan dari masyarakat tentang pembangunan IGD rumah sakit tipe C milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang tidak sesuai dengan RAB dan spesifikasi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Pembangunan IGD RS Paru di Madiun Ditahan"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved