Breaking News:

Berita Lumajang

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Kabupaten Lumajang Tiadakan Salat Idul Adha Berjemaah

Masyarat di Lumajang juga dilarang menggelar takbiran berkeliling. Takbiran hanya dapat dilakukan di masjid dan musala tanpa harus menggundang jemaah

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Tony Hermawan
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Kabupaten Lumajang meniadakan salat Idul Adha 1442 Hijriah berjemaah, menyusul masih tingginya tingkat penularan kasus Covid-19.

Peniadaan saat Idul Adha berjemaah tahun ini, diketahui setelah Bupati Thoriqul Haq menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 451/1663/427.1/2021.

"Memperhatikan SE Menteri Agama RI Nomor: 17 tahun 2021 tanggal 2 Juli tentang peniadaan sementara peribadatan di tempat ibadat. Malam takbiran, Shalat ldul Adha diperlukan adanya kebijakan penanggulangan penularan Covid-19," begitu keterangan Bupati Thoriq pada SE tersebut, Jumat (16/7/2021).

Selain meniadakan salat Idul Adha di masjid, dalam surat edaran itu tertuang panduan menggelar pelaksanaan malam takbiran.

Masyarat dilarang menggelar takbiran berkeliling. Takbiran hanya dapat dilakukan di masjid atau musala dengan menggunakan speaker, tanpa harus menggundang jemaah.

Keputusan untuk meniadakan salat Idul Adha dan malam takbiran itu diambil berdasarkan hasil evaluasi Satgas Covid-19 Kabupaten Lumajang. Pasalnya, beberapa waktu ini penularan Covid-19 di Lumajang sangat melonjak tajam. Dalam sehari, jumlah orang yang terpapar bisa mencapai 60 hingga 70 orang.

"Ada perkembangan ekstrem penularan Covid-19, seperti terdapat peningkatan maka pelaksanaan Idul Adha harus mempertimbangkan kondisi setempat," pungkas Bupati Thoriq.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved