Breaking News:

Berita Sampang

Capaian Vaksinasi di Sampang Terendah di Jatim, Medio 2021 Baru Sentuh 51.000 Orang

Kalau sesuai data Pemprov Jatim, jumlah warga Sampang yang mengikuti vaksinasipaling rendah dibandingkan daerah lainnya se-Jatim

Editor: Deddy Humana
surya/hanggara pratama
Suasana pers release Covid-19 di Ruang Aula Kantor Pemkab Sampang, Jumat (16/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SAMPANG – Tingkat kesadaran masyarakta Kabupaten Sampang hingga saat ini masih rendah untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Padahal langkah tersebut merupakan salah satu solusi untuk menstimulasi daya tahan tubuh agar tidak mudah terjangkit virus yang mengancam keselamatan nyawa manusia tersebut.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Sampang, Yuliadi Setiawan dalam pertemuan di Aula Kantor Pemkab Sampang, Jumat (16/7/2021).

Kalau sesuai data Pemprov Jatim, jumlah warga Sampang yang mengikuti vaksinasipaling rendah dibandingkan daerah lainnya se-Jatim. Karena itu pemkab akan terus memaksimalkan program vaksinasi pada sejumlah sasaran berbagai sektor, yakni para Aparatur Sipil Negara (ASN), perangkat desa, organisasi, hingga ke kalangan komunitas.

"Dari teori medis, menjalankan vaksinasi dapat meningkatkan daya tahan tubuh dari Covid-19, maka kalau semua masyarakat menerapkannya sekaligus disiplin menjalankan prokes, pandemi di Sampang ini tidak akan lama,” kata Yuliadi.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) Sampang, Agus Mulyadi menyampaikan, daerah penggunaan vaksinasi covid-19 yang paling tinggi di Jatim adalah Surabaya. "Sedangkan urutan terendah diduduki Sampang, hanya sekitar 51.000 orang yang sudah divaksin," kata Agus.

Penyebab minimnya masyarakat Sampang menjalankan vaksinasi adalah rendahnya kesadaran, berbeda dengan kota lain di mana mereka mencari tempat vaksinasi sendiri.

“Di beberapa tempat vaksin itu dicari oleh sasaran, tetapi di Sampang malah kita (Satgas Covid-19) yang mencari sasaran. Bahkan sampai malam kira-kira pukul 21.00-22.00 WIB. Petugas Kodim dan Polres yang mengerahkan agar sasaran datang lokasi vaksinasi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam seharusnya harus ada 7.145 orang menjalankan vaksinasi Covid-19. Sedangkan untuk Sampang hanya 400 sampai 1.000 orang yang mengikuti vaksinasi di setiap harinya.

“Jadi kalau kita sesuaikan dengan jumlah kecamatan untuk mencapai jumlah 7.000 orang, masing-masing kecamatan harus ada sekitar 500 orang yang divaksin,” ucapnya.

Atas rendahnya angka vaksinasi itu, Agus berharap masyarakat mulai sadar untuk berbondong-bondong menjalankan vaksinasi yang sudah disiapkan pemerintah. Yaitu di Puskesmas setempat dan gerai vaksinasi yang disediakan Satgas Covid-19 secara gratis.

Dan selama bulan Juni dan Juli, kasus kematian meningkat 85 persen atau rata-rata 50 orang per bulan. Dan itu diduga karena tidak menjalankan vaksinasi Covid-19.

“Kalau kita survei, warga yang sudah menjalankan vaksinasi akan lebih aman, dan lebih kecil kemungkinan terjangkit Covid-19,” pungkasnya. HANGGARA PRATAMA

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved