Breaking News:

Berita Blitar

17 Batang Jati Dijarah, Perhutani Blitar Memburu Pelaku Yang Tinggal di Sekitar Hutan

Ivan Cahyo, wakil Adm Perhutani Blitar menduga bahwa para pelaku bukan orang jauh, melainkan tinggal di sekitar hutan.

Penulis: Imam Taufiq | Editor: Deddy Humana
surya/imam taufiq
Petugas Perhutani Blitar mengecek bongkahan kayu jati yang baru ditebang pelaku pencurian, Jumat (16/7/2021). 

SURYA.CO.ID, BLITAR - Pengawasan dan perlindungan hutan dari praktik pencurian kayu, tidak henti dilakukan Polisi Hutan (Polhut) dari Perhutani Blitar. Hanya, lagi-lagi Perhutani kecolongan karena pelaku masih bisa mencari celah dan menebang sebanyak 15 pohon jati dari areal hutan di kawasan Blitar Selatan.

Patroli Polhut menemukan areal hutan yang dijarah itu, Kamis (15/7/2021) lalu. Lokasinya tidak begitu jauh dari jalan raya yang sepi, namun ada sebanyak 15 batang jati yang hilang.

Perhutani pun geregetan, padahal patroli dilakukan rutin dan siang malam. Ivan Cahyo, wakil Adm Perhutani Blitar menduga bahwa para pelaku bukan orang jauh, melainkan tinggal di sekitar hutan.

Karena itu pihaknya mencoba menelusuri calon tersangka karena ada nama yang dicurigai. "Mungkin pelakunya bukan orang jauh melainkan tinggal di sekitaran hutan itu. Jadi para pelaku akan lebih mudah membawa kabur kayu curiannya," kata Ivan, Jumat (16/7/2021).

"Anggota saat ini sedang memburu orang yang dicurigai. Kalau benar, maka tak lama lagi petugas berhasil mengungkapnya," tegasnya.

Sementara saat menemukan lokasi penebangan, petugas hanya melihat bekas bongkahan kayu yang ditinggal, diduga pelaku menebangnya dengan menggunakan gergaji.

Dan yang nekat, lokasi penebangan hanya sekitar 15 meter dari tepi jalan raya. Cuma lokasinya memang sepi, karena jalan rayanya yang hanya berjarak 2 KM dari Pantai Serang itu jarang dilintasi kendaraan.

"Kalau malam memang sepi karena jalan rayanya juga gelap dan jarang ada kendaraan lewat. Apalagi musim pandemi seperti ini, ya sepi, ditambah pula, itu jauh dari perkambungan," jelas Ivan.

Belum bisa dipastikan kapan pencurian kayu itu terjadi tetapi rombongan petugas Polhut menemukannya di kawasan hutan RPH Glagah, di Desa Margomulyo, Kecamatan Panggungrejo.

Ketika melintas di jalan yang searah dengan Pantai Serang, petugas melihat sesuatu yang mencurigakan. Di antaranya, banyak dahan berserakan di tanah, sehingga rombongan petugas turun dari mobil dan mengeceknya.

"Melihat bekasnya, diperkirakan pencurian itu belum lama karena bongkahan kayu itu kondisinya masih basah. Dugaannya, pelaku membawa kayu dengan dibonceng sepeda motor," ungkapnya.

Licinnya pergerakan para penjarah dan pencuri kayu di hutan itu menuntut Perhutani lebih jeli dan gesit. Karena para pelaku seperti sudah hapal pergerakan petugas.

Betapa tidak, saat polhut berpatroli di pinggiran hutan, para pencuri malah beraksi di tengah hutan. Sebaliknya saat dilakukan petugas berpatroli di dalam hutan, pelaku menjarah di tepi hutan. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved