Breaking News:

Berita Bangkalan

Pipa Migas PT Petronas Lewati Bangkalan, Bupati Minta Alat Tangkap Nelayan Pantura Tidak Diusik

Harapannya, jalur pipa gas itu tidak sampai menggangu mata pencaharian para nelayan di pesisir pantura Bangkalan.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad faisol
Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron bersama Forkopimda Kabupaten Bangkalan mengikuti rapat virtual terkait Sosialisai Kegiatan Survei Lapangan Bukti Panjang di Wilayah Lepas Pantai Utara (Pantura) Provinsi Jawa Tinur PC Ketapang II LTD. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN – Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron (Ra Latif) meminta agar rumpon dan peralatan tangkap ikan milik nelayan di Pantura mendapat perhatian dari PT Petronas Carigali.

Permintaan itu disampaikan Ra Latif saat memimpin rapat secara virtual bersama Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas (SKK Migas), Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), PT Petronas Carigali di Pendapa Agung, Kamis (15/7/2021.

Rapat virtual itu terkait Sosialisai Kegiatan Survei Lapangan Bukti Panjang di Wilayah Lepas Pantai Utara (Pantura) Provinsi Jawa Timur PC Ketapang II LTD.

Ra Latif mengungkapkan, kegiatan Survei Lapangan Bukti Panjang sebagai tindak lanjut atas aktivitas eksplorasi migas di Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Dan survei akan menyasar pesisir empat kecamatan. Yaitu Tanjung Bumi (berbatasan dengan Kabupaten Sampang), Sepulu, Klampis, dan Arosbaya.

“Sebelum kegiatan survei lapangan, ada tahapan sosialisasi Geotechnical and Geophysical. Nantinya, tentu pipanisasi dari Sampang yang akan ditarik ke Gresik akan melewati pesisir pantura empat kecamatan,” ungkap Ra Latif.

Survei Geotechnical and Geophysical atau Onshore dan Inter-tidal itu bertujuan untuk pengambilan data teknis meteorologi dan oseanografi di darat, laut, dan pesisir dalam rangka mendukung kegiatan desain atau rancang bangun untuk pengembangan lapangan gas abadi.

“Kami khawatir ada properti milik nelayan seperti rumpon yang terdampak. Jadi sebisa mungkin itu akan dihindari oleh pihak Petronas. Tetapi kalau tidak bisa, para nelayan terdampak akan mendapatkan kompensasi,” jelas Ra Latif.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Batuporon, Letkol Laut (P) Mahfud Effendi, M Tr Hanla CHRMP; Kapolres Bangkalan, AKBP Alith Alarino; Ketua DPRD Kabupaten Bangkalan, Muhammad Fahad; dan Wakil Bupati Bangkalan, Drs Mohni MM.

Ra Latif menambahkan, Dinas Perikanan Pemkab Bangkalan selanjutnya akan menjembatani pihak SKK Migas dengan para nelayan sebagai bentuk kepedulian kepada pihak nelayan.

Harapannya, jalur pipa gas itu tidak sampai menggangu mata pencaharian para nelayan di pesisir pantura Bangkalan.

“Pihak Lanal Batuporon juga akan turut memantau kegiatan sosialisasi sekaligus meninjau perairan pantura Bangkalan. Sosialisasi dilakukan agar saat pemasangan properti, seperti pipa gas, tidak menganggu aktivitas para nelayan,” pungkas Ra Latif.

Head of Corporate Affairs and Administration Petronas Carigali Indonesia, Andiono Setiawan mengungkapkan, survei menggunakan kapal itu bertujuan mempelajari kondisi dasar laut dan jalur pipa dari platform BTJT-A ke BTJT-A dan diteruskan sampai ke ORF Gresik dengan total sepanjang sekitar 130 KM.

“Ini sifatnya sebatas survei, sebisa mungkin kami akan menghindari properti para nelayan. Namun kami siap memberikan kompensasi kalau nantinya kegiatan ini menimbulkan kerusakan pada alat tangkap ikan ataupun rumpon para nelayan,” singkat Andiono. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved