Breaking News:

Virus Corona di Situbondo

Ini Sosok Bidan Sri Situbondo, Positif Covid Jelang Melahirkan, Bayi Meninggal, Ibu pun Menyusul

Wanita yang tercatat sebagai Bidan Puskesmas Panarukan, Kabupaten Situbondo sudah melahirkan anaknya dalam perawatan di ruang isolasi.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Suyanto
surya.co.id/izi hartono
Bidan Sri Wahyuni meninggal. jenazah bidan Sri Wahyuni disalati oleh rekan kerjanya dipimpin Kepala Puskesmas Panarukan Situbondo sebelum diberangkatkan rumah duka, Kamis (15/7/2021). 

SURYA.co.id | SITUBONDO - Warga Situbondo, khsususnya para tenaga kesehatan (nakes) berduka. Satu punggawanya, Bidan Sri Wahyuni yang berjuang melawan covid-19 meninggal, Kamis (15/7/2021).

Sri Wahyuni terpapar covid dan dilarikan ke RSU Abdoer Rachem Situbondo dalam keadaan hamil, 3 Juli lalu.

Baca juga: UPDATE COVID INDONESIA: Masih Naik Terus, Kini 56.757 Kasus Sehari

Wanita yang tercatat sebagai Bidan Puskesmas Panarukan, Kabupaten Situbondo sudah melahirkan anaknya dalam perawatan di ruang isolasi.

Namun bayi yang merupakan anak keduanya itu meninggal 11 Juli lalu. Kini empat hari kemudian, Bidan yang ditugaskan di Desa Kilensari, Kecataman Panarukan menyusul sang bayi. Mengembuskan napas terakhir pada Kamis (15/7/2021), setelah 12 hari menjalani perawatan di ruang isolasi.

Baca juga: TIPS SEHAT, Ini 4 Vitamin Penting yang Perlu Tersedia Saat Isoman

Seluruh rekan kerja Sri mengaku kehilangan sosok bidan yang sejak 2009 lalu mengabdi di Puskesmas Panarukan tersebut.

Untuk melepas kepergiannya, rekan kerja dan dokter serta karyawan Puskesmas Panarukan melakukan doa bersama sembari menabur bunga ke mobil ambulans yang membawanya ke rumah duka di Kabupaten Banyuwangi.

Sebelum diberangkatkan, jenazah bidan Sri Wahyuni disalatkan oleh Kepala Puskesmas, dr Imam Haryono bersama beberapa rekan kerja di halaman Puskesmas Panarukan dengan penerapan prokes.

Salah seorang rekan Bidan Sri Wahyuni, Sulistiana, mengaku sangat kehilangan teman yang periang tersebut.

"Dia ( Bidan Sri Wahyuni, Red) sosok periang dan senang menghibur. Orangnya baik dan pekerja keras," ujar Sulistiana kepada Surya.co.id.

Sulistiana menjelaskan, bidan Sri masuk RSU Abdoer Rachem Situbondo pada 3 Juli dalam keadaan hamil anak keduanya.

"Anaknya dioperasi dan meninggal dunia," katanya.
"Anaknya meninggal tanggal 11 Juli dan empat hari setelahnya, tepanya tanggal 15 Juli bidan Sri Wahyuni meninggal dunia," jelasnya.

Baca juga: TIPS SEHAT, Begini Cara Membersihkan Kamar Bekas Isolasi Mandiri di Rumah

Kepala Puskesmas Panarukan, dr Imam Haryono mengaku sangat kehilangan salah satu bidan terbaiknya itu.

"Saya selaku pimpinan merasa kehilangan sosok yang luar biasa, beliau merupakan motivator yang membuat teman-teman selalu bersemamgat," ujar dr Imam Haryono.

Selama hampir mengabdi 13 tahun mengadi di Puskemas Panarukan, kata dr Imam , Bidan Sri ditugaskan sebagai bidan Desa Kilensari.

"Beliau sangat dekat masyarakat dan dapat membatu tugas kita dengan mendekatkan pelayanan di masyarakat," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved