Breaking News:

Berita Tulungagung

Ibu Muda Ini Mengutil 19 Barang di Indomaret Tulungagung, Tetapi Tidak Ditahan Polisi

Dan terungkap bahwa ia sebenarnya tinggal di Perumahan Wisma Indah Tulungagung. Saat beraksi, ia tepergok menyembunyikan 19 barang

Penulis: David Yohanes | Editor: Deddy Humana
ilustrasi kompas.com
ilustrasi mengutil di minimarket. 

SURYA.CO.ID, TULUNGAGUNG - Seorang perempuan dilaporkan ke polisi setelah melakukan pencurian barang di minimarket berjaringan Indomaret di Tulungagung, Senin (12/7/2021) lalu. Ibu muda berinisial DJ itu mengutil 19 jenis barang, namun akhirnya malah tidak ditahan pihak kepolisian.

Perempuan asal Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang sempat dilaporkan manajemen Indomaret Sembung dan diserahkan ke Polres Tulungagung.

Dan terungkap bahwa ia sebenarnya tinggal di Perumahan Wisma Indah Tulungagung. Saat beraksi, ia tepergok menyembunyikan 19 barang di dalam tas miliknya.

“Terduga pelaku dilaporkan oleh manajemen Indomaret ke Polsek Tulungagung,” terang Kasubag Humas Polres Tulungagung, Iptu Tri Sakti, Kamis (15/7/2021).

Awalnya DJ berbelanja di toko swalayan itu seperti pembeli lainnya. Namun pegawai swalayan saat itu curiga dengan tingkah DJ selama berbelanja.

Dari monitor kamera pengawas terlihat, DJ memasukkan barang ke dalam keranjang belanja dan juga ke dalam tas yang dibawanya. "Pegawai swalayan ini segera menghampiri DJ dan memeriksa barang belanjaannya," sambung Tri Sakti.

Dari pemeriksaan, ada sejumlah barang yang dimasukkan ke dalam keranjang belanja. Namun juga ada 19 barang yang ditemukan di dalam tas yang dipegang DJ.

Barang itu antara lain 2 dus celana dalam pria, minyak telon, sampo bayi, penyedap rasa, obat buang air besar, baterai, minyak kayu putih dan sejumlah kosmetik keperluan bayi.

"Di hari yang sama pihak swalayan membuat laporan. Terduga pelaku bersama barang bukti diserahkan ke polisi," tutur Tri Sakti.

DJ sempat menjalani penyidikan di Polsek Tulungagung. Namun hasil penghitungan harga barang yang dicuri ternyata kurang dari Rp 1.000.000.

Karena itu kasusnya tidak bisa dilanjutkan ke proses hukum dan diselesaikan secara damai. "Dua pihak sudah dijembatani untuk mencari solusi. Kasusnya diselesaikan dengan cara ganti kerugian yang disebabkan perbuatan terduga pelaku," pungkas Tri Sakti. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved