Breaking News:

Berita Nganjuk

Rawan Permainan Harga Obat dan Oksigen di Nganjuk, Polisi Lakukan Pengawasan Ketat

Ini karena pemantuaan dan pengawasan akan terus dilakukan, serta setiap saat bila dibutuhkan bisa dilakukan tindak lanjut.

Penulis: Ahmad Amru Muiz | Editor: Deddy Humana
surya/ahmad amru muiz
Tabung gas oksigen yang dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19. 

SURYA.CO.ID, NGANJUK - Tingginya kebutuhan obat-obatan dan tabung oksigen selama masa krisis pada PPKM darurat ini, dikhawatirkan memicu permainan harga dari para spekulan. Karena itu jajaran Polres Nganjuk pun memantau ketat keberadaan dan harga obat-obatan apotek dan oksigen di wilayah Kabupaten Nganjuk.

Polisi berusaha agar situasi sulit sekarang tidak memantik gejolak harga maupun stok selama PPKM darurat.

Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Nicolas Bagas YK mengatakan, pemantauan dan pengawasan terhadap apotek akan terus dilakukan. Dengan demikian diharapkan tidak ada gejolak harga maupun permainan stok obat atau oksigen yang dibutuhkan untuk perawatan pasien Covid-19.

"Tentunya kalau ada kesengajaan hingga terjadi kekosongan stok dan harga yang tidak wajar, maka itu bisa masuk ranah pidana. Dan kami siap melakukan tindakan hukum," tegas Nicolas, Rabu (14/7/2021).

Dijelaskan Nicolas, selama pandemi Covid-19 dan PPKM darurat, pihaknya mengharapkan masyarakat tidak panik atas ketersediaan obat dan oksigen. Termasuk harga dan ketersediaan bahan makanan di pasar.

Ini karena pemantuaan dan pengawasan akan terus dilakukan, serta setiap saat bila dibutuhkan bisa dilakukan tindak lanjut.

Lebih lanjut diungkapkan Nicolas, tingginya permintaan obat dan oksigen sekarang memang rawan dimanfaatkan seseorang untuk mendapat keuntungan berlebih. Padahal, saat pelaksanaan PPKM darurat sekarang, tidak boleh ada yang mempermainkan harga dan menimbun barang.

"Maka kami akan selalu melakukan pemantauan intensif di lapangan terkait harga dan stok barang yang dibutuhkan warga agar tidak terjadi gejolak," tambah Nicolas.

Selain itu, pihaknya meminta warga untuk mengikuti dan mematuhi aturan dari pemerintah di masa pandemi Covid-19 dan pelaksanaan PPKM darurat untuk pencegahan penularan.

Pihaknya mengajak masyarakat untuk taat prokes dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan sebagainya.

"Pencegahan penyebaran covid-19 ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus bersama semuanya dan keikutsertaan masyarakat," tutur Nicolas. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved