Breaking News:

Berita Lumajang

Polisi Izinkan Pengiriman Pasir Keluar Lumajang, Asalkan Sopir Membawa Syarat Khusus

Meski begitu, kata Bayu, sebenarnya sopir-sopir truk masih bisa beraktivitas dan melakukan pengiriman hingga luar kota

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Deddy Humana
surya/tony hermawan
Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Bayu Halim Nugroho. 

SURYA.CO.ID, LUMAJANG - Pembatasan pengiriman pasir Lumajang di tengah PPKM darurat memang diberlakukan. Mulai Rabu (14/7), aktivitas sopir truk pasir dilarang beroperasi sampai ke luar kota.

Imbas larangan ini membuat lalu lalang truk pasir di jalanan pun sepi. Bahkan beberapa titik pertambangan memilih libur sampai aturan tersebut dicabut.

Menanggapi kondisi itu, Kasatlantas Polres Lumajang, AKP Bayu Halim Nugroho menjelaskan bahwa larangan tersebut diberlakukan bertujuan untuk mengurangi mobilitas warga.

Pasalnya belum lama ini, Lumajang mendapat penilaian zona hitam dalam menjalankan PPKM darurat. Pemerintah pusat menilai sejauh ini PPKM darurat tidak berdampak signifikan untuk menurunkan mobilitas masyarakat.

"Intinya aturan ini bertujuan untuk mengurangi mobilitas. Mobilitas warga di Lumajang masih dinilai tinggi karena banyak aktivitas dari lahan pertanian, tambang, belum juga pabrik-pabrik," kata Bayu.

Meski begitu, kata Bayu, sebenarnya sopir-sopir truk masih bisa beraktivitas dan melakukan pengiriman hingga luar kota. Asalkan sopir itu isa menunjukkan syarat dokumen melakukan perjalanan di masa PPKM.

"Sebenarnya mereka masih bisa tetap bisa beraktivitas asalkan bisa menunjukan syarat yang ditentukan. Minimal bukti vaksinasi pertama lah," jelasnya.

Bayu menambahkan, syarat semacam ini sebenarnya sudah diberlakukan lebih dulu bagi sopir-sopir luar kota yang memasuki Lumajang. Para sopir luar Lumajang wajib membawa hasil pemeriksaan swab atau rapid test.

"Malah kalau sopir dari luar kota, pemeriksaannya lebih ketat. Mereka wajib menunjukkan surat negatif hasil swab atau rapid test paling lambat berlaku dua hari," pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved