Breaking News:

Pertamina

Konsumsi BBM di Jatim Diprediksi Turun hingga 25 Persen saat PPKM Darurat

PPKM Darurat sejak 3 Juli lalu dipastikan bakal mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji di Jatim.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
surya/muchsin
Aktivitas di salah satu SPBU. Pertamina memprediksi terjadi penurunan konsumsi BBM di Jatim hingga 25 persen saat PPKM Darurat. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sejak 3 hingga 20 Juli lalu dipastikan bakal mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat terhadap Bahan Bakar Minyak (BBM) dan elpiji di Jatim, Bali dan Nusa tenggara (Jatimbalinus). 

Section Head Communication Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengungkapkansejak akan diberlakukannya PPKM Darurat oleh pemerintah, Pertamina sudah melakukan perhitungan dan prediksi.

"Berkaca pada kondisi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah di tahun lalu,  PT Pertamina Marketing Region Jatimbalinus memprediksikan penurunan konsumsi BBM kali ini bakalan mencapai 20 persen hingga 25 persen dari konsumsi normal," kata Ahad saat bincang santai secara virtual, Rabu (14/7/2021).

Sementara untuk konsumsi elpiji, diprediksikan akan mengalami kenaikan, walaupun tidak signifikan.

Menurutnya, sudah ada kenaikan di sejumlah daerah , seperti di Surabaya, Lumajang dan Jember, tetapi sangat kecil, hanya sekitar 1 persen dibanding hari biasa.

Volume ini masih diangkat rata-rata penyaluran. Tetapi ia perkirakan, kenaikan elpiji sepanjang PPKM Darurat bisa mencapai 8 persen hingga 10 persen, seperti pada saat pemberlakuan PSBB.

"Agak naik tetapi kenaikan elpiji ini sudah kami antisipasi. Karena pada saat mobilisasi berkurang serta penjualan di banyak restoran dan warung turun, maka pasti akan ada lonjakan konsumsi elpiji," jelas Ahad.

Ia mengurai, pada hari normal konsumsi BBM masyarakat Jatim mencapai 3.130 Kilo Liter (KL) atau sekitar 3,1 juta liter per hari.

Sedangkan untuk konsumsi elpiji masyarakat Jatim di hari normal mencapai 4.370 Metrik Ton (MT) per hari.

Terkait penyekatan dan penutupan di pintu masuk sejumlah daerah, Ahad menegaskan tidak menjadi kendala.

Ia memastikan distribusi BBM dan elpiji tetap aman dan tidak ada kekurangan pasokan.

"Karena BBM dan elpiji ini kan sektor esensial, maka Pertamina sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian. Dan mobil Tanki yang digunakan sudah diberi tanda,  ada logo dan ada nama pangkalan serta agennya," ungkap Ahad.

Tetapi untuk memastikan kelancaran distribusi BBM dan elpiji, penyaluran tidak dilakukan di saat jam sibuk seperti pagi di saat banyak masyarakat beraktifitas. 

Penyalurannya rata-rata pada malam hari sebelum subuh.

"Pada jam-jam tertentu saat trafik padat, kami tidak dilakukan penyaluran, penyaluran kami lakukan saat malam hari agar tidak terkena macet saat melakukan distribusi," ungkapnya.

Terkait rencana pemerintah untuk memperpanjang PPKM Darurat hingga 6 Minggu, Ahad menegaskan pastinya kebijakan tersebut berpengaruh lebih dalam pada konsumsi BBM.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved