Rabu, 29 April 2026

Berita Surabaya

GOR Indoor Kompleks GBT Menjadi RS Rujukan Covid-19, Bisa Tampung 200 Pasien

Namun bisa langsung dirawat di RS dengan pelayanan kesehatan lengkap, seperti di RSUD Sowandhie.

Tayang:
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Deddy Humana
surya/bobby koloway
GOR Indoor kompleks Gelora Bung Tomo (GBT) dipersiapkan Pemkot Surabaya sebagai RS darurat penanganan pasien Covid-19. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Semakin terbatasnya daya tampung tempat-tempat perawatan atau rumah sakit (RS) di Surabaya, mendorong Pemkot Surabaya mencari bangunan lain yang mampu menampung pasien Covid-19. Pilihan pun jatuh ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), stadion terbesar di Jatim, sebagai RS rujukan Covid-19.

Di kompleks GBT itu, pemkot menyiapkan bangunan GOR Indoor sebagai RS darurat. Tempat ini nantinya akan menjadi rujukan bagi pasien Covid-19 yang bisa menampung sekitar 200 orang.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beserta jajaran meninjau kesiapan fasilitas olahraga milik pemkot ini. Sebelum memutuskan GOR Indoor di GBT menjadi RS darurat, pihaknya sempat melakukan rapat koordinasi.

Setelah sepakat menyiapkan RS darurat, Cak Eri kemudian menerjunkan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKP CKTR). Ini untuk menyiapkan berbagai fasilitas kesehatannya di tempat tersebut. GOR akan dilengkapi tempat tidur beserta tabung oksigen. GOR juga dibersihkan.

Terobosan ini untuk mewujudkan satu kelurahan memiliki satu tempat isolasi mandiri atau RS darurat. Sehingga penanganan pasien Covid-19 bisa lebih cepat di berbagai kawasan.

Untuk kecamatan yang memiliki gedung besar, bisa dikonsentrasikan di satu tempat. Seperti halnya di Kecamatan Pakal dan Benowo yang dekat dengan GBT.

“Sebaliknya, kalau tidak ada tempat yang besar maka tempat isolasi mandiri dibuat per kelurahan. Tempat isolasi mandiri kita lengkapi dengan bed dan oksigen,” kata Cak Eri.

Ia memastikan, pihaknya belum akan mengoperasikan RS darurat apabila ketersediaan oksigen dan fasilitas kesehatan siap. Termasuk di GOR Indoor kompleks GBT tersebut.

“Warga yang isolasi mandiri biasanya membutuhkan bantuan oksigen. Sehingga kalau nanti sudah siap beserta oksigennya, langsung kita buka,” tegasnya.

Apabila telah beroperasi, warga di Kecamatan Pakal yang terindikasi Covid-19 bisa dirawat di GOR Indoor GBT. Tidak perlu jauh ke RS darurat lainnya, misalnya RS Darurat Lapangan Tembak (RSLT).

Selain di GOR Indoor GBT, Cak Eri juga mengubah Lapangan Kalibokor Gubeng menjadi RS Darurat. “Namun di Kalibokor itu menggunakan tenda dengan dilengkapi toilet portable,” katanya.

Dibanding RS Darurat di GOR Indoor GBT, kapasitas di lapangan Kalibokor lebih kecil. Rencananya hanya akan menampung sekitar 50 orang,

Sebagai RS darurat, fasilitas kesehatan ini hanya dilengkapi bed, tabung oksigen dan obat. "Bukan malah minta per kamar, ruangan khusus, pelayanan kesehatan khusus, atau permintaan lainnya," katanya.

"Sebab memang ini namanya RS darurat dan lapangan. Artinya, kondisi darurat,” tambahnya.

Bagi warga yang memiliki komorbid, sebaiknya tidak dibawa ke RS lapangan. Namun bisa langsung dirawat di RS dengan pelayanan kesehatan lengkap, seperti di RSUD Sowandhie.

“Nah tempat-tempat ini nanti akan diisi oleh pasien yang kondisinya ringan hingga sedang, termasuk yang sesak nafas juga bisa dirawat di sini, karena kita sudah persiapkan oksigennya juga,” pungkasnya. ****

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved