Breaking News:

Berita Banyuwangi

Banyuwangi, Pandemi dan Digitalisasi

Selama masa pandemi Covid-19, Pemkab Banyuwangi mengandalkan digitalisasi dalam pelayanan publik melalui program Smart Kampung.

Penulis: Haorrahman | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Haorrahman
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, saat mengunjungi Desa Sukojati, Banyuwangi. 

“Saya kaget. Saya tahu di Kemendagri ada Anjungan Dukcapil Mandiri, khusus untuk masalah kedukcapilan. Tapi tadi saya melihat lebih kompleks lagi, karena bukan hanya masalah kependudukan catatan sipil, tetapi juga ada IMB, ada sekitar 22 lebih. Tujuannya jelas, untuk memotong sejumlah birokrasi," tambah Tito.

Andalkan Jaringan Koneksi dan Smart Kampung di Masa Pandemi

Selama masa pandemi Covid-19, Pemkab Banyuwangi mengandalkan digitalisasi dalam pelayanan publik melalui program Smart Kampung.

Smart kampung yang digagas Pemkab Banyuwangi sejak 2016 ini memberikan banyak kemudahan dalam penanganan Covid-19. Smart Kampung merupakan inovasi yang berangkat dari keterbatasan yang ada.

Banyuwangi memiliki wilayah yang sangat luas, bahkan lebih luas dari Pulau Bali. Untuk efektivitas pelayanan publik hingga ke pelosok desa, Banyuwangi membuat program ”Smart Kampung” yang mendorong pelayanan desa berbasis teknologi informasi (TI).

Saat ini, 189 desa di Banyuwangi telah teraliri serat optik (fiber optic), seperti yang dilakukan di Desa Sukojati.

”Dengan Smart Kampung bisa melipat waktu dan jarak. Administrasi cukup diselesaikan di desa. secara bertahap administrasi cukup diselesaikan di desa. Misalnya, surat keterangan miskin (SPM) cukup diurus di kantor desa. Warga tidak perlu lagi menuju kantor kecamatan atau dinas terkait di pusat kota,” kata Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Rabu (14/7/2021).

Saat pandemi Covid-19, Smart Kampung juga memudahkan pendataan penerima bansos (Bantuan Sosial). Sistem akan otomatis menolak data warga yang telah tercover skema bantuan, sehingga menghindari adanya tumpang tindih penerima

Seperti penyaluran insentif bagi guru ngaji sebesar Rp 8,7 miliar kepada 12.373 guru ngaji se-Banyuwangi. Jumlah penerima merupakan hasil penggabungan data penerima 2020 dan data usulan 2021 yang telah divalidasi oleh Desa/Kelurahan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) kecamatan melalui program Smart Kampung.

Banyuwangi juga membuka pelaporan online bansos bagi warga terdampak pandemi. Sistem pelaporan ini digunakan untuk menampung warga yang belum terdaftar di skema jaring pengaman sosial, baik dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved