Breaking News:

PPKM Darurat

Sosiolog UIN Sunan Ampel Surabaya terkait PPKM Darurat: Sampai 20 Juli, Masyarakat masih Bertahan

Andri meyakini meyakini pendapatan masyarakat menurun selama PPKM Darurat, tetapi kalau PPKM sampai 20 Juli masih bisa bertahan secara ekonomi.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Parmin
net
Sosiolog UINSA Andri Arianto menilai kalau PPKM Darurat sampai 20 Juli 2021, masyarakat masih mampu bertahan secara ekonomi. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Sosiolog Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Andri Arianto, berpendapat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali pasti mendapat penolakan masyarakat. 

"Permasalahannya di masyarakat Surabaya dan sekitarnya, serta masyarakat yang masuk di Surabaya apakah memahami atau tidak PPKM Darurat," ucapnya, Selasa (13/7/2021)

Meskipun banyak mengeluhkan penurunan pendapatan secara drastis, Andri meyakini, masyarakat pasti bisa bertahan secara ekonomi di masa pandemi.

"Karena pemerintah masih memberi ruang. Menurut saya tidak ada masalah mekanisme bertahan, kalau PPKM sampai tanggal 20 masyarakat masih mampu," paparnya.

"Yang bisa ditekankan selama ini masyarakat harus benar benar sadar secara informasi tentang bahaya gelombang kedua penyebaran virus Covid 19," imbuhnya

Dirinya mengaku khawatir, kalau masyarakat masih belum sadar, pemerintah bisa memperpanjang PPKM. Maka, dampaknya bisa bertambah menjadi runyam.

"Sanksi yang ada bukan hanya sebagai efek jera. Tapi efek kesadaran bahwa pandemi gelombang kedua varian baru, dan lain lain memakan banyak korban yang terkena dampaknya. Yang jelas penanganan bersama, gotong royong membantu satu sama lain," ucapnya

Selama masa ppkm darurat, tuntas Andri, pemerintah tetap masif turun ke masyarakat melakukan sosialisas, dan edukasi demi kesadaran bersama. Pemerintah juga meyakinkan bahwa masyarakat sadar, dan mampu, mengantisipasinya dengan protokol kesehatan yang tepat.

"Sehingga nantinya pemerintah bisa tenang setelah lepas dari ppkm," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved