Breaking News:

PON PAPUA 2021

PON PAPUA Tetap Digelar, 2 - 15 Oktober, Begini Skenarionya Bila Atlet atau Official Terjangkit

Meski pandemi Covid-19 terus meningkat, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan tetap digelar, sesuai jadwal 2-15 Oktober 2021

Editor: Suyanto
IRSUL PANCA ADITRA
PON PAPUA akan tetap digelar 2 - 15 Oktober 2021. Foto: Bupati Mimika Eltinus Omaleng yang juga selaku Ketua Umum PB PON Papua Sub Mimika, didampingi Wakil Bupati Johannes Rettob yang juga Wakil Ketua PB PON Papua Sub Mimika, dan Sekretaris PB PON Papua sub Mimika Cessar Avianto Tunya perkenalkan maskot PON XX, Jumat (13/12/2019) 

SURYA.co.id I JAKARTA - Meski pandemi Covid-19 terus meningkat, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua akan tetap digelar, sesuai jadwal 2-15 Oktober 2021 mendatang.

Ajang olahraga terbesar di Indonesia itu akan diikuti sekitar 6.400 atlet yang akan bertanding pada 37 cabang olahraga.

Kabar akan tetap digelarnya PON XX tersebut disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, Selasa (13/7/2021).

Bagaimana dengan ancaman penularan Covid-19 terhadap atlet, official, dan panitia dan lain-lain? bukankah kasus penularan semakin menjadi-menjadi dan sempat tembus angka 40.000 sehari?

Baca juga: PON Papua 4 Bulan Lagi, Tiba-tiba Wali Kota Jayapura Menolak, Gregetan Pada PB PON, Ini Sebabnya

Baca juga: Jadi Ibu Asuh Kempo Jatim, Arumi Bachsin Ingatkan Target di PON Papua 2021

Menurut Zainuddin, saat ini sudah disiapkan sejumlah skenario penyelamatan atlet dan official.

"Bagaimana kalau tiba-tiba ada yang terkena, ada yang positif. Tentu panitia sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi itu, dan di sana kan ada rumah sakit-rumah sakit," kata Zainudin usai rapat terbatas bersama presiden, sejumlah menteri dan kepala lembaga, Selasa (13/7/2021).

Zainudin menyebut, atlet atau official yang terpapar virus corona selama PON XX akan ditangani di rumah sakit rujukan Covid-19 yang ada di sekitar lokasi atau penginapan PON di Papua.

Meski begitu, kemungkinan ini akan diantisipasi dengan memastikan atlet dan official bebas dari Covid-19 lewat tes PCR

Mereka yang ikut berpartisipasi juga diwajibkan lebih dulu mengikuti vaksinasi.

Kendati demikian, menurut Zainudin, daya tahan tubuh atlet cenderung lebih baik. Jika pun ada yang terpapar virus, proses pemulihannya diperkirakan lebih cepat.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved