Breaking News:

Petrokimia Gresik Luncurkan Tiga Produk Baru guna Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, tiga produk ini merupakan respons perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini.

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
surya.co.id/sugiyono
Direktur Operasi dan Produksi (DOP) Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih (dua dari kanan), bersama Bupati Gresik Fandi Ahmad Yani (Gus Yani) dan Kodim 0817 Gresik menanam padi bersama di lahan petani di Desa Sumengko, Kecamatan Duduksampeyan, Senin (12/4/2021). 

SURYA.co.id | GRESIK - Petrokimia Gresik, perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia kembali memberikan kontribusi nyata untuk sektor pertanian Indonesia.

Hal ini diwujudkan dengan menghadirkan tiga produk baru, yaitu Pupuk SP-26 PETRO, Petro Niphos, dan Phonska Alam bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-49 Petrokimia Gresik, Senin (12/7/2021).

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo mengatakan, tiga produk ini merupakan respons perusahaan atas berbagai masalah pertanian saat ini. Tujuannya bermuara pada peningkatan produktivitas pertanian untuk mendongkrak kesejahteraan petani, sekaligus mewujudkan pertanian berkelanjutan.

“Tiga produk ini nantinya akan bersaing di pasar non-subsidi atau komersial,” tandas Dwi Satriyo, kepada wartawan.

Tahun ini terdapat penyesuaian formula unsur hara P dalam pupuk NPK Phonska bersubsidi dari NPK 15-15-15 menjadi NPK 15-10-12. Selain itu, alokasi pupuk SP-36 bersubsidi tahun 2021 juga mengalami penyesuaian dan hanya diperuntukkan bagi tanaman hortikultura, sehingga tidak bisa ditebus untuk tanaman pangan.

“Untuk itu, SP-26 PETRO hadir sebagai respon atas penyesuaian unsur hara P tersebut dan juga alternatif atas penyesuaian alokasi pupuk SP-36 bersubsidi,” imbuhnya.

Menurut Dwi Satriyo, pupuk ini memiliki kandungan unsur hara makro Fosfor (P) sejumlah 26 persen dan Sulfur (S) sejumlah 5 persen yang mudah larut serta tersedia bagi tanaman. Selain itu, juga tidak bersifat higroskopis, sehingga tidak mudah menggumpal dalam suhu ruangan. 

"Secara fisik, SP-26 berwarna abu kecoklatan dan berbentuk granul dengan ukuran yang seragam, sehingga memudahkan petani dalam aplikasinya, yaitu ditabur atau dibenamkan. Dosisnya antara 150 kilogram hingga 500 kilogram per hektar. Tergantung pada komoditas tanaman," katanya.

Fungsi dari SP-26 PETRO yaitu  untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas panen pada komoditas pangan, hortikultura dan perkebunan. 

Berikutnya, Petro Niphos diciptakan sebagai respon atas kebutuhan petani hortikultura yang menggunakan pupuk non-subsidi khususnya NPS. Petro Niphos mengandung unsur hara N, minimal 20 persen, P minimal 20 peraen, dan S minimal 13 persen yang lebih tinggi dibanding pupuk majemuk pada umumnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved