Berita Surabaya
Mahasiswa Unair Peduli Pelajar Indonesia, Mengajar di Sekolah Sesuai Domisili
Pengenalan adaptasi teknologi yang ia lakukan yaitu pengenalan zoom meeting dan google meet pada setiap kelas.
Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Titis Jati Permata
SURYA.CO.ID, SURABAYA – Kepedulian akan dunia pendidikan diwujudkan tiga mahasiswa Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (FKp Unair) untuk turut serta dalam mengikuti kegiatan kampus mengajar pada program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Mereka akhirnya lolos seleksi program Kemendikbudristek yang diikuti ribuan peserta. Dan mendapat pemenpatan mengajar sesuai domisili mereka.
Yaitu adalah Fara Amalia Riadini yang mengabdi di SDI Nurul Huda Bekasi, Nisa Anindya di SD Tri Tunggal IV Surabaya, dan Erlina Nurhayati di SD Negeri Sekar 1 Bojonegoro.
Erlina Nurhayati atau Erlina melakukan kegiatan go green, adaptasi teknologi, serta belajar sambil bermain.
Pengenalan adaptasi teknologi yang ia lakukan yaitu pengenalan zoom meeting dan google meet pada setiap kelas.
“Karena pandemi ini pembelajaran kurang maksimal, akhirnya di akhir sesi belajar, saya mereview mata pelajaran dengan bermain agar menyenangkan,” ujarnya, Selasa (13/7/2021).
Erlina mengungkapkan ia merasa harus mengabdikan diri atau turut andil dalam memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia merupakan motivasi yang utama.
Baca juga: Dinsos Kota Batu Ajukan Usul Gaji Rp 3.5 Juta/Bulan untuk Petugas Pemulasaran
Kemudian ia juga ingin membantu pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu dengan begitu banyak batasan yang dimiliki pelajar di Indonesia.
"Saya sangat terkesan dengan guru dan juga pelajar yang menerima kehadiran saya dengan tangan terbuka,"urainya.
Sementara itu, Fara Amalia Riadini yang akrab dipanggil Fara itu menjelaskan saat mengajar di SDI Nurul Huda Bekasi ia menerapkan metode Learn and Play yang berpedoman pada profil pelajar Pancasila.
“Selain mengajar, kami juga mengadakan donasi yang berguna untuk melengkapi sarana dan prasarana sekolah,” tuturnya.
Lain halnya dengan Nisa Anindya atau Nisa, ia membantu para siswa untuk mengulang dan memahami beberapa materi yang telah diberikan sebelumnya melalui permainan atau kuis, hal tersebut bertujuan agar siswa tidak mudah jenuh atau bosan.
“Saya memberikan hal tersebut karena saat monitoring hari pertama mengajar, murid-murid tidak paham dengan materi yang telah disampaikan di kelas. Jadi saya ingin memantapkan materi tersebut,” ungkap Nisa.
Nisa berharap program ini dapat diikuti oleh mahasiswa lain, sehingga dapat memberi manfaat pada mereka yang tertinggal dalam bidang pendidikan.
Kemudian diharapkan pula adanya di inovasi dari mahasiswa sehingga dapat memajukan pendidikan Indonesia terutama di wilayah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar).
“Manfaat kegiatan ini dirasakan oleh orang tua yang kesulitan untuk mengajari anaknya pada masa pandemi yang serba daring, serta murid SD selama Covid masih bisa mendapatkan semangat belajar dan terus berkembang sesuai dengan usianya,” pungkas Nisa.