Breaking News:

Berita Situbondo

Kasus Kematian Akibat Covid-19 Tinggi, NasDem Situbondo Bantu 100 APD untuk Nakes

Dan sumbangan 100 baju APD itu diserahkan NasDem kepada RSUD dan dua Puskesmas di Kecamatan Arjasa dan Kendit.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Deddy Humana
surya/izi hartono
Ketua DPD Nasdem, Insan Kamil menyerahkan bantuan APD kepada Kepala BPBD Situbondo, Selasa (13/7/2021). 

SURYA.CO.ID, SITUBONDO - Ketersediaan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga kesehatan (nakes) sama pentingnya dengan penanganan pasien Covid-19 sendiri. DPD Partai Nasional Demokrat (NasDem) pun memberi perhatian serius dan menyalurkan sebanyak 100 unit APD untuk fasilitas kesehatan (faskes) di Situbondo, Selasa (13/7/2021).

Bantuan itu menjadi bentuk kepedulian NasDem Situbondo saat tingginya jumlah pasien Covid-19 yang meninggal. Dan sumbangan 100 baju APD itu diserahkan NasDem kepada RSUD dan dua Puskesmas di Kecamatan Arjasa dan Kendit.

Penyerahan bantuan APD diberikan secara langsung oleh ketua DPD NasDem Situbondo, Insan Kamil kepada kepala BPBD Situbondo, Pria Andoko di kantornya, Selasa (13/07/2021).

Insan Kamil mengatakan, penyerahan bantuan baju APD merupakan bentuk kepedulian DPD Nasdem terhadap kebutuhan para nakes di Situbondo.

"Dari 100 APB yang kita serahkan, masing-masing kepada RSUD sebanyak 50 unit, untuk dua Puskemas masing-masing 25 unit," ujar Insan usai menyerahkan bantuan APD di kantor BPBD Situbondo.

Menurutnya, penanganan Covid-19 perlu ada tindakan tindakan konkrit dari semua elemen masyarakat. Tentu saja, kata Insan, ketersedian APD merupakan sesuatu yang mendesak serta harus selalu ada.

"Kita tahu Situbondo masih memiliki kasus positif yang sangat tinggi dan tentu berakibat pada naiknya kebutuhan APD. Maka DPRD NasDem berinisiatif untuk berkontribusi lewat hazmat atau baju APD ke Pemkab Situbondo," jelasnya.

Dengan bantuan APD ini, lanjut Insan, setidaknya dapat membantu kebutuhan APD yang digunakan para nakes di Situbondo. "Ya kalau memang ada kampung atau desa tangguh, kami juga mengupayakan memberikan APD," katanya.

Sementara Kepala BPBD Situbondo, Prio Andoko mengatakan, sejauh ini BPBD hanya memiliki APD untuk para tenaga pemulasaraan.

Prio menjelaskan, kebutuhan APD memang berkurang karena banyaknya pasien yang meninggal dan kepanikan masyarakat meningkat. "Alhamdulillah saat ini masyarakat mulai sadar dan paham kalau wabah ini ada resikonya," ujar Prio.

Ia pun menegaskan, pihaknya meminta masyarakat agar tidak tepancing dengan berita hoaks. "Tolong tanyakan agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat, kami siap menjelaskan dan menanyakan kepada ahlinya," ujar Prio.

Dikatakannya, BPBD tidak mengetahui secara pasti kebutuhan APD setiap harinya di Situbondo, karena pihaknya fokus pada kebutuhan untuk tim pemulasaran. "Kalau di rumah sakit, semua mengeluhkan APD kurang," tukasnya.

Untuk mempercepat proses pemullasaraan, kata Prio, pihaknya akan membetuk tim di tiga rumah sakit, di antaranya tim pemulasaraan di RS Besuki dan RS Asembagus serta RS Mitra Sehat. "Makanya kita sudah atisipasi dan membentuk tim pemulasaran di tiga rumah sakit itu," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved