Breaking News:

DPRD Surabaya

Dewan Minta Pemkot Surabaya Pastikan Ketersediaan Oksigen dan Perluasan Makam 

"Pemkot harus melindungi warganya dan menjamin ketersediaan oksigen," kata Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah di sela sidak Puskesmas Tenggis.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
BERI SEMANGAT - Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah (dua dari kiri) mengecek untuk memastikan layanan tanggap covid 24 jam di Puskesmas Tenggilis, Surabaya, Selasa (13/7/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Ketersediaan akan pasokan oksigen harus menjadi perhatian serius. Di saat kebutuhan oksigen meningkat karena banyaknya pasien covid dan warga yang isolasi mandiri, keberadaan oksigen jangan sampai langka dan menghilang. 

Dalam kurun waktu ke depan, kebutuhan akan oksigen ini akan terus meningkat.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya harus melakukan intervensi bersama aparat untuk menjamin ketersediaan oksigen ini.

Jangan sampai terjadi aksi borong atau panic buying oksigen. Apalagi ada yang berani menimbun. 

Oksigen dibutuhkan sebagai alat bantu napas. "Aturan harus ditegakkan. Tindak tegas mereka yang melanggar ketentuan.

Pemkot harus melindungi warganya dan menjamin ketersediaan oksigen," kata Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Laila Mufidah di sela sidak Puskesmas Tenggilis, Selasa (13/7/2021).

Laila mendapat penjelasan bahwa saat ini banyak warga dalam kondisi saturasi oksigennya mengkhawatirkan. Sementara warga yang akan dirujuk Puskesmas harus pasien yang positif covid dengan nilai saturasi oksigen di bawah 90 persen. 

Laila menyebut bahwa aturan rujukan harus menunjukkan hasil swab PCR jangan terlalu kaku. Sebab, tes ini mahal. Warga memilih tes antigen. Aturan tengah dibahas bersama Sekdakot. 

Saat ini belum bisa diprediksi sampai kapan situasi ini bisa mereda. Makin banyaknya korban meninggal juga harus diantisipasi dengan ketersediaan makam. Pimpinan DPRD sudah rapat bersama Pemkot bahwa akan ada perluasan makam covid. 

"Langkah cepat ini patut didukung bersama. Banyak aset Pemkot yang bisa dimanfaatkan untuk antisipasi overloadnya makam covid. Salah satu opsi akan ada pemakaman baru di Waru Gunung," ucap Laila.

Tiga Shift

Sementara itu, terkait layanan Puskesmas 24 jam, Kepala Puskemas Tenggilis dr Dessy J Setia, menjelaskan bahwa sejak Senin (12/7/2021) malam, pihaknya sudah menyiapkan petugas yang terbagi menjadi tiga shift. Mereka terdiri dokter, perawat, dan driver ambulans. 

"Alhamdulillah di hari pertama berjalan lancar. Kemarin malam (Senin malam) ada satu pasien yang kami rujuk ke RSLT. Kendalanya memang kurangnya tenaga kesehatan," kata Dessy. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved