Senin, 27 April 2026

Berita Malang Raya

Antisipasi Penipuan Penjualan Tabung Oksigen Online, Warga Kota Malang Diimbau Waspada

Satreskrim Polresta Malang Kota telah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang untuk melakukan pengawasan

Penulis: Kukuh Kurniawan | Editor: Titis Jati Permata
tribun jatim/kukuh kurniawan
Foto Ilustrasi, pengisian tabung oksigen untuk keperluan medis. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Langkanya tabung oksigen di tengah pandemi Covid-19, membuat banyak masyarakat kesulitan untuk mencari dan membelinya.

Akhirnya, marak penjualan tabung oksigen dilakukan secara online.

Tak jarang, kesempatan tersebut dimanfaatkan pelaku kejahatan.

Mengantisipasi adanya tindak pidana penipuan dalam penjualan tabung oksigen secara online, Polresta Malang Kota mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan berhati-hati.

"Imbauan dari kami, lebih baik beli di tempatnya langsung atau bertemu secara langsung dengan penjualnya. Jangan mudah percaya dan tergiur dengan harga murah yang ditawarkan," ujar Kasat Reskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodo, Selasa (13/7/2021).

Dirinya mengaku hingga saat ini, pihaknya belum menemukan adanya penipuan penjualan tabung oksigen secara online di Kota Malang.

"Saya belum menerima laporan polisi, terkait adanya penipuan penjualan tabung oksigen secara online," tambahnya.

Baca juga: Di Kabupaten Tuban, Gubernur Jatim Minta Masyarakat Disiplin Prokes dan Patuhi PPKM Darurat

Satreskrim Polresta Malang Kota telah menggandeng Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang untuk melakukan pengawasan terhadap pasokan tabung oksigen di rumah sakit.

"Kami dengan Kejari Kota Malang melakukan pemantauan, kaitannya dengan pasokan oksigen di rumah sakit. Untuk kebutuhannya memang meningkat. Namun dari pemantauan kami, kebutuhan oksigen masih terpenuhi," jelasnya.

Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan pengecekan terhadap harga obat-obatan di apotik.

Hal itu dilakukan, untuk mengantisipasi lonjakan harga obat di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) selama masa pandemi Covid-19 dan PPKM Darurat.

"Dari hasil temuan kami, ada beberapa jenis obat yang memang langka. Namun, kelangkaan itu terjadi bukan hanya di Kota Malang, melainkan juga secara nasional," pungkasnya.

BACA BERITA MALANG RAYA LAINNYA

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved