Breaking News:

Berita Surabaya

Wawali Surabaya: Mari Hindari Aksi Borong Kebutuhan Obat atau Ditindak Tegas 

Pemkot Surabaya langsung bergerak bersama jajaran kepolisian sampai kejaksaan untuk mengantisipasi aksi borong atau panic buying.

Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Parmin
surya.co.id/nuraini faiq
Wawali Surabaya Armuji mengimbau masyarakat tidak melakukan aksi borong obat, terutama obat terkait terapi covid-19. 

SURYA.co.id | SURABYA - Pemkot Surabaya langsung bergerak bersama jajaran kepolisian sampai kejaksaan untuk mengantisipasi aksi borong atau panic buying masyarakat akan kebutuhan obat.

Pemkot pun bersinergi dengan distributor obat dan seluruh apotek di Surabaya.

Mereka menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama, Senin (12/7/2021).

Rapat khusus menyikapi pasokan, ketersediaan, dan tata laksana pendistribusian obat dalam situasi pandemi yang melonjak tajam.

Distributor obat, Apotek, Ikatan Apoteker Indonesia Kota Surabaya, Polrestabes Surabaya, Polrestabes Tanjung Perak, Kejaksaan Negeri Surabaya, Kejaksaan Negeri Tanjung Perak, Komisi D DPRD Kota Surabaya, dan OPD Pendamping menggelar rapat bersama. 

Saat ini, terjadi kelangkaan obat. Wakil Wali Kota Surabaya Armuji memimpin langsung Rakor diselenggarakan secara daring tersebut. 

Wawali Cak Ji menyampaikan bahwa rujukan penjualan obat didasarkan pada Surat Keputusan Kementerian Kesehatan tentang Harga Eceran Tertinggi Obat di masa pandemi.

"Masyarakat yang dirawat di rumah membutuhkan beberapa jenis obat-obatan.

Seperti Antivirus serta berbagai suplemen vitamin. Tolong dibatasi pembeliannya untuk menjamin semua terpenuhi," kata Cak Ji.

Diakui Ikatan Apoteker Indonesia Kota Surabaya, distributor obat dan apotek bahwa kebutuhan obat saat ini meningkat.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved