Breaking News:

Virus Corona di Indonesia

UPDATE Virus Corona di Indonesia, dr Lois Ditangkap Tak Percaya Covid-19 dan Menteri Luhut 'Marah'

Berikut update virus corona di Indonesia, yakni dr Lois ditangkap karena video tak percaya Covid-19 viral dan Menteri Luhut terkesan marah.

Editor: Iksan Fauzi
Kolase Dok. Humas Kemenko Kemaritiman dan Investasi/Istimewa via Tribun Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan kunjungan ke Sofifi, Maluku Utara untuk meninjau pembangunan infrastruktur di kota tersebut, Selasa (22/6/2021). Foto kanan : dr Lois Owien alias dr Lois yang heboh di media sosial tidak percaya dengan virus corona atau Covid-19. Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap dokter Lois Owien. Penangkapan dokter Lois diduga terkait pernyataannya yang mengaku tidak percaya soal Covid. 

Luhut menampik berbagai anggapan yang menyebutkan kondisi pandemi di Tanah Air tidak terkendali.

"Jadi kalau ada yang berbicara bahwa tidak terkendali keadaannya, sangat-sangat terkendali. Jadi yang bicara tidak terkendali itu bisa datang ke saya. Nanti saya tunjukkan ke mukanya bahwa kita terkendali," ujar Luhut dalam konferensi pers daring pada Senin (12/7/2021).

Meski demikian, Luhut mengakui selama menangani pandemi pemerintah menghadapi berbagai kendala.

Namun, pemerintah berusaha memperbaiki semua kendala tersebut.

"Bahwa kita punya masalah, saya berkali-kali sampaikan, yes, kita punya banyak masalah. Dan masalah kita perbaiki dengan tertib karena tim bekerja sangat kompak," ucap Luhut.

"Presiden memberikan direction yang sangat jelas, dan Presiden, saya katakan, in charge di semua ini," kata dia.

Dengan demikian, menurut Luhut, arahan Jokowi membuat pelaksana tidak merasakan ada masalah.

"Semua kami putuskan secara terintegrasi," tutur Luhut.

Dalam kesempatan yang sama, Luhut juga mengungkapkan dirinya bersama Menteri Kesehatan, Menteri PU PR, Menteri BUMN, Panglima TNI dan Kapolri telah melaporkan hasil pelaksanaan PPKM Darurat.

Dia mengungkapkan, selama tujuh hari pelaksanaan PPKM darurat mobilitas masyarakat di Jawa-Bali mengalami penurunan 10-15 persen.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved