Breaking News:

Berita Pamekasan

Pasien Covid-19 di Tiga RS Pamekasan Membeludak, Juga Akibat Tampung Pasien Sampang

Melainkan juga datang dari Kabupaten Sampang. Seperti dari Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Omben.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Deddy Humana
surya/kuswanto ferdian
Kondisi pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD SMART Pamekasan, Madura, Senin (12/7/2021). 

SURYA.CO.ID, PAMEKASAN - Jumlah pasien positif Covid-19 di sejumlah rumah sakit Kabupaten Pamekasan Madura, membeludak. Seperti yang terjadi di RSUD dr H Slamet Martodirdjo (SMART), RSU Mohammad Noer dan RSUD Waru.

Ketua Satgas Covid-19 RSUD SMART Pamekasan, dr Syaiful Hidayat mengungkapkan, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit setempat tidak hanya warga Pamekasan. Melainkan juga datang dari Kabupaten Sampang. Seperti dari Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Omben.

"Yang dirawat itu tidak hanya dari Pamekasan, dari Sampang juga banyak. Mungkin di RSUD SMART itu 10 persennya dari Sampang, beda lagi dengan yang di RSUD Waru dan rumah sakit Mohammad Noer, mungkin sampai 25 persen. Kan Sampang selama ini memang banyak yang berobat ke Pamekasan," kata Syaiful, Senin (12/7/2021).

Dokter yang akrab disapa Yayak ini mengaku harus menolak pasien yang datang ke rumah sakit SMART Pamekasan lantaran fasilitas yang ada tidak mampu menampung pasien yang terus berdatangan.

Dan ia menilai perlu ada rumah sakit darurat yang dibangun khusus untuk pasien yang tertolak agar mereka sama-sama mendapat pertolongan. "Kita kan full, bed kita 91, di RSUD Smart antreannya yang datang selalu banyak, jadi tidak pernah kosong. Yang ngantre 14 sampai 15 pasien per hari. Kalaupun kita berapa pun tetap akan full, banyak pasien tertolak," bebernya.

Yayak meminta masyarakat Pamekasan agar meningkatkan kesadaran dalam memutus penyebaran Covid-19. Sebab selain rumah sakit sudah tidak mampu menampung pasien, sejauh ini banyak tenaga kesehatan (nakes) tumbang akibat terpapar Covid-19.

"Selain masalah bed, nakes kita banyak terpapar. Dan kita juga memikirkan keselamatan nakes, jadi menangani Covid-19 itu harus bersama-sama," tegasnya.

Lebih lanjut Yayak berharap semua lapisan masyarakat harus senantiasa mematuhi protokol kesehatan dengan cara memakai masker, menjauhi kerumunan, meninggalkan mobilitas dan lain-lain demi keselamatan diri sendiri dan orang lain.

"Masyarakat jangan meremehkan atau mengabaikan protokol kesehatan. Karena Corona itu memang nyata ada, bahaya, malah mematikan dan ganas. Angka kematian meningkat, dalam tiga minggu ini sudah 70 pasien meninggal, masuk rumah sakit dalam keadaan berat," bebernya

Berdasarkan pengamatan Yayak, Covid-19 yang banyak menjangkiti masyarakat Pamekasan sekarang adalah varian delta.

Kata dia, varian baru ini lebih mengerikan dari Covid-19 sebelumnya. Sebab rumah sakit Pamekasan masih lebih mudah menangani Covid-19 varian lama.

"Melihat Covid-19 varian itu jangan lihat di tengah jalan atau di pasar. Main-mainlah ke rumah sakit, sekarang pasiennya tidak tertampung," pungkasnya. ***

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved