Breaking News:

Berita Entertainment

Pakar Ungkap 3 Makna Tangis Nia Ramadhani saat Konferensi Pers: Kalau Nggak Ketangkap Nggak Nangis

Pakar mikro ekspresi: "Nomor dua adalah dia menyesal, sedih, karena ketangkap, kalau enggak ketangkap ya enggak nangis, enggak ada yang tahu,"

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Iksan Fauzi
YouTube Kompas TV
Nia Ramadhani saat menyampaikan permintaan maaf di hadapan publik 

Penulis: Alif Nur | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.CO.ID - Pakar mikro ekspresi menyoroti tingkah Nia Ramadhani kala melakukan konferensi pers di hadapan publik.

Menurut pakar, tangis Nia Ramadhani kemungkinan memiliki 3 makna.

Sosok pakar mikro ekspresi yang mengungkap arti ekspresi Nia Ramadhani itu adalah Kirdi Putra.

Sebagaimana diungkapkannya melalui kanal YouTube Star Story, Minggu (11/7/2021).

Baca juga: Dokter Lois Owien Ditangkap dan Diperiksa Polisi, Dijerat UU Soal Penyakit Menular

Ia merasa bahwa ibu tiga anak tersebut memang sedang benar-benar meluapkan kesedihannya lewat air mata.

Menurut Kirdi, tangisan Nia Ramadhani saat itu tidak dibuat-buat dan memang berasal dari hati.

Pasalnya, getaran suara sang artis dan isakan saat itu, menandakan bahwa ia sedang benar-benar berlinang air mata.

"Ketika Nia Ramadhani memberikan press conference, memberikan keterangan di depan khalayak ramai dan kemudian dia memang benar-benar menangis," tutur Kirdi.

"Itu bisa jadi memang karena dia ada tiga hal kemungkinan besar dia menangis. Bahwa tangisannya benar," lanjutnya

"Dari suaranya juga terdengar getaran-getarannya, kesedihannya itu memang dari getaran suara yang lepas dari Nia Ramadhani," pungkasnya dilansir dari TribunWow.com 3 Arti Tangisan Nia Ramadhani saat Konferensi Pers

Menurut analisa Kirdi, ada tiga kemungkinan yang menyebabkan isakan Nia Ramadhani.

Yang pertama adalah penyesalan mendalam lantaran menyadari kesalahannya menggunakan sabu-sabu.

Selain itu, bisa juga karena perasaan malu dan menyesal karena tertangkap polisi.

"Tapi apakah arti dari kesedihan, tangisan tersebut, bisa kita lihat alternatifnya ada tiga," ujar Kirdi.

"Nomor satu adalah bahwa memang dia merasa bersalah, merasa menyesal atas apa yang dia lakukan."

"Nomor dua adalah dia menyesal, sedih, karena ketangkap, kalau enggak ketangkap ya enggak nangis, enggak ada yang tahu."

Terakhir, Kirdi merasa bahwa Nia Ramadhani bisa juga merasa terbebani.

Pasalnya, ia sebagai satu-satunya tersangka perempuan, harus menjadi sosok yang bicara di depan publik.

Padahal, suami dan sopirnya, juga turut menjadi tersangka dan terciduk bersama.

Namun saat itu, Ardi Bakrie hanya berdiri di sisi Nia Ramadhani tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

"Yang ketiga karena dia merasa ada dorongan dari dalam dirinya, ada rasa enggak terima sebetulnya bahwa kok dia yang harus ngomong sih, kok dia yang harus bicara di depan seperti itu," ungkap Kirdi.

"Padahal sebetulnya kan dia punya suami, dia punya seorang yang bertanggung jawab sebetulnya dan juga terlibat dalam kasus tersebut," tandasnya.

Lihat tayangan selengkapnya dari menit pertama:

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved