Breaking News:

Otak Pria Ini Jadi Sarang Cacing Pita, Akibat Sering Makan Bekecot, Ada Kesalahan Cara Masaknya

siapa sangka, gara-gara sering makan siput itu, penggemar simut ini mengalami gangguan di otaknya. Ada cacing pita bersarang di otaknya.

Penulis: Suyanto | Editor: Suyanto
pixabay.com
ilustrasi SIPUT. Gara-gara gemar makan siput, ada cacing pita bersarang di otak pria di Tiongkok bernama Wang ini. 

SURYA.co.id I Kuliner siput atau bekecot sudah dikenal umum, termasuk di Indonesia. Tapi siapa sangka, gara-gara sering makan siput itu, penggemar siput ini mengalami gangguan di otaknya. Ada cacing pita bersarang di otaknya.

Kasus ini terjadi di China. Meski tergolong langka, kasus ini perlu mengharuskan pecinta kuliner siput atau bekeceot waspada danlebih berhati-hati terhadap bahayanya bagi kesehatan tubuh.

Dilansir laman Halosehat.com dengan artikel berjudul "Makan Siput Bikin Otak Pria Ini Jadi Sarang Cacing Pita Selama 15 Tahun", kasus pria dengan cacing pita bersarang di otak itu, diduga karena sering menyantap sajian siput yang dimasak dalam kondisi kurang matang.

Dijelaskan, ketika daging siput tidak dalamkondisi matang, berbagai ancaman bagi tubuh bisa saja terjadi. Sebab cacing yang terdapat di dalam siput sangat berpotensi memicu kerusakan hati.

Dilansir dari laman The Sun, pria Tiongkok dengan cacing pita di otak itu awalnya mengeluhkan sakit kepala berkepanjangan. Dokter pun terkejut saat memeriksanya, sebab ditemukan cacing pita 12 cm yangada di dalam otaknya.

Bahkan menurut dugaan dokter yangmenanganinya, cacing tersebut telah ada di sana selama 15 tahun tanpa priatersebut sadari. Pria ini diketahui memiliki kebiasaan buruk, yakni makan siputgoreng sebagai menu makan malam yang cukup sering. Pria bermarga Wang ini sudahsejak lama, yakni dari tahun 2004 sejak mantan bosnya memperkenalkan jenismakanan tersebut.

Tak lama kemudian, tepatnya sekitarsetahun, ia mulai mengalami gejala seperti muntah-muntah yang cukup sering.Kelemahan otot hingga mati rasa pada lengan dan kaki kiri mulai dialaminya jugadi tahun 2007. Karena kondisi yang makin buruk saja, ia pun memutuskan berhentidari pekerjaannya.

Tak sampai di situ, 10 tahun setelah itu,pria ini pun semakin sering keluar masuk rumah sakit tanpa mengetahui samasekali apa yang sedang terjadi pada tubuhnya.

Baru tahun lalu, usai tespemindaian pada otaknya dokter menemukan cacing pita di sana yang didugamenjadi alasan dibalik kondisi tak wajar yang selama ini ia alami.

Hanya saja, karena posisi parasit ataucacing pita yang sulit dijangkau, pihak medis seperti enggan mengambil risikodengan melakukan operasi.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved