Telkomsel

Ikuti Trend Digital, Telkomsel East Java Kenalkan Logo Baru

Telkomsel Area Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (East Area) mengenalkan pembaruan identitas atau logo baru Telkomsel.

Penulis: Sri Handi Lestari | Editor: Parmin
Foto: telkomsel
Kegiatan Area Jawa Bali Virtual Meet and Media Update yang digelar Senin (12/7/2021). 

SURYA.co.id | SURABAYA - Telkomsel Area Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali dan Nusa Tenggara (East Area) mengenalkan pembaruan identitas atau logo baru Telkomsel yang diluncurkan secara nasional pada Juni 2021 lalu.

Executive Vice President East Area Sales Telkomsel Andri Wibawanto mengatakan, pembaharuan identitas Telkomsel merupakan kelanjutan peta jalan transformasi digital perusahaan yang lebih komprehensif dan mampu merepresentasikan Telkomsel saat ini.

"Pembaharuan identitas Telkomsel ditandai dengan hadirnya desain logo baru yang terinspirasi pola Batik sebagai identitas budaya Indonesia, yang selalu relevan di setiap fase kehidupan," kata Andri dalam Telkomsel Area Jawa Bali Virtual Meet and Media Update, Senin (12/7/2021).

Andri kemudian menambahkan pembaharuan identitas Telkomsel juga diiringi dengan hadirnya nilai-nilai baru perusahaan yakni integrity, purposeful, empowering, dan exciting, yang diaktualisasikan dalam bentuk integrasi produk dan layanan berbasis digital yang lebih komprehensif.

"Serta pembaharuan identitas perusahaan hingga brand visual yang akan memperkuat komitmen sebagai simbol perubahan di masa mendatang," tambah Andri.

Dengan identitas Telkomsel yang baru ini membuka berbagai peluang dan kemungkinan pemanfaatan teknologi digital terkini secara efektif dengan kolaborasi lintas sektor yang dapat lebih memberdayakan setiap lini kehidupan bangsa, sekarang dan di masa depan.

"Dengan cara ini, komunitas, pelaku industri, dan pemangku kepentingan lainnya akan membuat Indonesia semakin terhubung dan memperkuat ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan," ungkap Andri. 

Masyarakat bisa langsung melihat perubahan signifikan pada pembaharuan identitas hingga produk dan layanan Telkomsel yang lebih terintegrasi dan customer-centric.

Andri menjelaskan, pada fase dahulu, produk Telkomsel terdiri dari kartu prabayar yakni Simpati, LOOP, Kartu As dan Kartu Pasca Bayar yakni kartuHalo.

“Fase sekarang, kartu prabayar dilebur menjadi satu produk yakni Telkomsel Prabayar dengan harapan dapat #BukaSemuaKeseruan, sementara kartuHalo menjadi Telkomsel Halo dengan harapan dapat #BukaSemuaKeunggulan," papar Andri. 

Ini dari sisi marketing lebih efisien, efektif dan mudah diingat oleh seluruh lapisan masyarakat yang menjadi target pasar Telkomsel.

Sedangkan untuk starter pack, hanya ada dua jenis. Untuk Telkomsel Prabayar, starter pack ada dua pilihan yakni Internet Max dan Unlimited Max. Starter pack Telkomsel Halo cukup satu yakni Halo Unlimited. Pembaharuan identitas Telkomsel, ungkap Andri tidak mengubah seluruh fasilitas maupun fitur-fitur yang ada dalam produk Telkomsel.

Pembaharuan identitas Telkomsel, selain mengikuti perkembangan zaman, market industri telekomunikasi juga berkembang dengan masuknya fase digital dan perubahan gaya hidup digital masyarakat.

"Terlebih hampir dua tahun ini pandemi COVID 19 terjadi secara global. Dengan pembaharuan identitas Telkomsel diharapkan juga mampu meningkatkan potensi ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan keunggulan teknologi Telkomsel,” ungkap Andri.

Di area Jawa-Bali, pelanggan prabayar dan pasca bayar terus meningkat pesat. Sampai semester I, seiring dengan gaya hidup digital, penggunaan internet didominasi untuk YouTube 30 persen, Whatsapp 40 persen e-commerce 30 persen.

  

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved