Breaking News:

Niat Puasa Qadha Ramadhan di Bulan Dzulhijjah Bacaan Arab - Latin Beserta Pandangan Ulama

Berikut niat puasa qadha Ramadhan di bulan Dzulhijjah dengan bacaan Arab dan Latin beserta terjemahannya dan hukumnya menurut ulama.

Penulis: Alif Nur Fitri Pratiwi | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.CO.ID
Ilustrasi Bulan Dzulhijjah 1442 H 

Penulis: Alif Nur | Editor: Iksan Fauzi

SURYA.CO.ID - Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadhan di bulan Dzulhijjah dengan bacaan Arab dan Latin.

Dzulhijjah atau Zulhijah merupakan bulan ke-12 sekaligus bulan terakhir pada penanggalan Hijriyah.

Pada bulan ini umat Islam akan melaksanakan Idul Adha dan penyembelihan qurban.

Beberapa amalan yang dapat dilakukan pada bulan Dzulhijjah yaitu puasa sunnah Dzulhijjah, Arafah dan Tarwiyah.

Baca juga: Keistimewaan Dzulhijjah Menurut al-Quran dan Hadist, Bulan Ke-12 Penanggalan Hijriyah

Puasa sunnah di bulan Dzulhijjah boleh digabung dengan puasa qadha Ramadhan atau puasa Senin-Kamis, menurut sejumlah ulama.

Ini merupakan pendapat Hanafiyah, Syafiiyah, dan Imam Ahmad dalam salah satu riwayat. 

Adapun pendapat mengenai menggabungkan puasa Arafah dengan puasa Qadha Ramadhan, dapat dilihat pada pendapat Imam Ibnu Utsaimin yang mengatakan,

من صام يوم عرفة ، أو يوم عاشوراء وعليه قضاء من رمضان فصيامه صحيح ، لكن لو نوى أن يصوم هذا اليوم عن قضاء رمضان حصل له الأجران : أجر يوم عرفة ، وأجر يوم عاشوراء مع أجر القضاء ، هذا بالنسبة لصوم التطوع المطلق الذي لا يرتبط برمضان

Artinya: ”Orang yang melakukan puasa hari arafah, atau puasa hari asyura, dan dia punya tanggungan qadha ramadhan, maka puasanya sah. Dan jika dia meniatkan puasa pada hari itu sekaligus qadha ramadhan, maka dia mendapatkan dua pahala: (1) Pahala puasa arafah, atau pahala puasa Asyura, dan (2) Pahala puasa qadha. Ini untuk puasa sunah mutlak, yang tidak ada hubungannya dengan ramadhan.” (Fatawa as-Shiyam, 438).

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved